Pers Release
“Launching” Mangrove Edu Fun Yang Dirangkai Dengan Penyerahan Penghargaan Direktur Jenderal Ksdae-K

“Launching”  Mangrove Edu Fun Yang Dirangkai Dengan Penyerahan Penghargaan Direktur Jenderal Ksdae-Kementerian LHK

BELAJAR EKOSISTEM MANGROVE SEJAK DINI, UPAYA PENGENDALIAN PERUBAHAN IKLIM UNTUK MASA DEPAN.

Manado, 9 April 2021. Keberadaan hutan mangrove sangat penting, sebagai ekosistem pesisir, bukan hanya berkontribusi lokal tetapi juga menjadi paru-paru dunia. Pohon mangrove tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur, ditemukan pada pantai-pantai teluk yang dangkal, estuaria, delta, dan pada daerah pantai terlindung. Dengan berperan sebagai pelindung pantai dari erosi dan abrasi, intrusi air laut, melindungi terpaan gelombang dan badai, mangrove juga tempat nursery ground berbagai satwa seperti udang, kepiting, burung, bahkan zat hijau daun tanaman mangrove sebagai penyerap karbon CO2 sehingga memitigasi perubahan iklim. Dengan demikian mangrove dikenal sebagai pengendali ekosistem utama di wilayah pesisir. Di era milenial saat ini, hutan mangrove telah menjadi destinasi wisata dan penggerak perekonomian serta menjadi penyumbang kas daerah dari kunjungan wisatawan.

Sadar dengan keberadaan dan pentingnya peran hutan mengrove, Grand Luley Manado melaksanakan launching kegiatan yang bertajuk Mangrove Edu Fun pada hari Jumat, 09 April 2021, melalui tema besar yang diusung “Belajar Ekosistem Mangrove Sejak Dini, Upaya Pengendalian Perubahan Iklim Untuk Masa Depan”, dimana dalam kegiatan tersebut para peserta yang terdiri dari anak–anak SD di Kelurahan Tongkeina, mengikuti pelatihan pengenalan ekosistem mangrove. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyelamatan lingkungan yang ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini.

Acara peluncuran Mangrove Edu Fun dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal KSDAE-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan - Bapak Wiratno dengan didampingi oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi Kementerian LHK - Bapak Nandang Prihadi, Plh. Direktur Kawasan Konservasi Kementerian LHK - Ratna Hendratmoko, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken - Genman S. Hasibuan.

Dalam kesempatan acara launching Mangrove Edu Fun ini Dirjen KSDAE sekaligus menyampaikan piagam penghargaan kepada 23 orang para pejuang konservasi yang telah berperan aktif dalam upaya-upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken dan di Provinsi Sulawesi Utara yang terdiri unsur mitra Pemerintah, akademisi, lembaga swasta serta masyarakat. Piagam penghargaan tersebut dimaksudkan untuk memelihara semangat dan daya juang kita semua agar berperan aktif terhadap keseluruhan upaya-upaya konservasi dan penyelamatan lingkungan hidup disekitarnya. Disamping itu dengan apresiasi yang diberikan ini juga dapat menggugah semangat masyarakat dan mitra lainnya untuk mengambil bagian dalam upaya-upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken di masa yg akan datang ujar Wiratno.

Dalam sambutannya, General Manager Grand Luley Manado mengatakan, “sedari awal perusahaan kami PT. PANDU HARAPAN NUSA (GRAND LULEY MANADO) memiliki nilai bahwa kita berhutang pada alam, dan karenanya kita harus melaksanakan pengembalian pada alam, untuk memastikan keberadaannya terjaga untuk generasi berikutnya.

Ini tentu berbeda dengan pola pikir pada umumnya yang menganggap kita harus memberikan sumbangan pada alam atau kita harus melakukan tanggung jawab sosial perusahaan kepada alam. Bagi kami, ini adalah kewajiban. Seperti hutang yang harus dikembalikan dan dibayarkan. Ini tentu menuntut tingkat kesadaran dan pemahaman yang baik. Mengubah pola pikir! Untuk itulah kami melakukan launching Mangrove Education with Fun atau yang kami populerkan dengan MANGROVE EDU FUN.

Kegiatan seperti ini dilaksanakan serangkaian mengisi hari libur sekolah, dimana kedepannya akan terus dirancang sehingga para generasi muda ini akan lebih paham arti penting dari lingkungan. Kedepannya dengan pengenalan sejak dini terhadap pentingnya hutan mangrove dalam pengendalian perubahan iklim, diharapkan mampu menciptakan generasi pemula dan milenial yang lebih tanggap dalam melestarikan hutan mangrove, dekat dengan alam serta memahami dan mengerti usaha-usaha pelestarian alam dan manfaatnya.

Beruntung sekali kami selama ini didampingi dan dibimbing oleh Balai Taman Nasional Bunaken, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, untuk turut mewujudkannya” Ujar General Manager Grand Luley Manado menutup pembicaraannya.

Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken

Penanggung jawab :

  1. Genman S. Hasibuan – 0812 8631 9877
  2. Ariestra – 0812 251 8755