Patroli Cagar Alam Manggis Gadungan, Berjumpa Pala Jawa

Kamis, 18 April 2024 BBKSDA Jawa Timur

Kediri, 17 April 2024. Beberapa personil Seksi Konservasi Wilayah I, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) melakukan patroli kawasan konservasi pada Cagar Alam Manggis Gadungan, Rabu (17/4). Kawasan ini terletak di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Dahulunya, pada cagar alam ini terdapat sebuah jalan aspal yang membelah kawasan dari timur hingga barat sejauh 720 meter. Dan, BBKSDA Jatim bersama stakeholder terkait berhasil menutup jalan ini pada September 2014.

Pemulihan ekosistem segera dilakukan pada bekas jalan tersebut. Awalnya, hanya tumbuhan bawah dan liana yang memenuhi bekas jalan. Tumbuhan bawah masih terdiri dari rumput, herba, dan semak belukar atau perdu. Baru pada musim hujan akhir tahun 2015, mulai dijumpai permudaan pohon jenis Lengki, Tutup (Macaranga tanarius), Wadang, Berasan, Jingkat, dan Awar Awar (Ficus septica).

Tim melakukan perawatan tanaman hasil kegiatan pemulihan ekosistem (PE). Tanaman jenis ficus yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik, beberapa diantaranya tertutup oleh semak dan perdu. Tim membersihkan tanaman PE dari semak dan perdu lainnya agar dapat tumbuh dengan baik.

Selain itu, tim juga memonitor Pala Jawa (Myristica teysmannii), tumbuhan endemik Pulau Jawa yang bergetah merah. Tumbuhan ini memiliki nama lokal Durenan, Kayu Palan, Kosar, atau Kayu Resep. Spesies ini dikategorikan sebagai spesies endangered berdasarkan kategori IUCN dan kriteria Herbarium. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bogoriense dan National Herbarium Belanda, spesies ini hanya ditemukan di pulau jawa bagian timur. Pada Cagar Alam Manggis Gadungan, tim mencatat terdapat 4 pohon Pala Jawa selama kegiatan berlangsung. 

Namun, tumbuhan ikonis sebenarnya pada kawasan ini adalah Leses atau Ficus albipila. Tanaman ini juga dikenal dengan nama bilaas, lelas (Kalimantan), dan ada yang menyebut sebagai Ratu para ficus. Tak lupa tim juga mendokemntasikan tumbuhan-tumbuhan penghuni cagar alam, utamanya para ficus, tak terkecuali Leses.

Sumber : Agus Irwanto -Balai Besar KSDA Jawa Timur


Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 5

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini