BKSDA Kalteng Lakukan Penilaian METT Kawasan Konservasi

Palangka Raya, 23 Mei 2018. Bertempat di Hotel Neo Palangka Raya pada tangga 14 sd 15 Mei 2018, Balai KSDA Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi dengan mengundang para stakeholder terkait dari kalangan Pemerintah Provinsi serta mitra kerja lainnya. Kawasan Konservasi yang dinilai adalah CA Pararawen I dan II, SM Lamandau, TWA Tanjung Keluang, TWA Bukit Tangkiling dan CA Bukit Sapat Hawung.
Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA Kalimantan Tengah menyampaikan penguasaan administrasi/ dokumen terkait kawasan serta pengambilan data yang akurat dan berkala sangat penting dalam sebuah pengelolaan kawasan konservasi
 
Dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber adalah Kepala Seksi Perencanaan Pengelolaan KSA TB, Direktorat Kawasan Konservasi, Dewi Sulastriningsih, S.Hut, M.Il , yang menyampaikan Peningkatan nilai efektivitas pengelolaan seluruh kawasan mengindikasikan adanya kegiatan-kegiatan pengelolaan yang dilakukan sesuai rencana aksi hasil penilaian pada tahun sebelumnya

Proses penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi dilakukan oleh seluruh peserta dengan pendampingan/ fasilitator dari Direktorat Konservasi Kawasan, Ibu Dewi Sulastriningsih dan Bapak Andika Chandra Ariyanto serta dari USAID Lestari Ibu Rosenda Chandra Kasih dan Bapak Munawar Kholis dengan mempedomani prinsip objektif, transparan, partisipatif, regular, independen, introspeksi dan sharing knowledge. Penilaian efektivitas menggunakan metode METT (Management Effectiveness Tracking Tool) yang dilakukan terhadap 6 aspek utama, meliputi aspek konteks, perencanaan, input, proses, output dan outcome.

Berdasarkan hasil penilaian awal efektivitas pengelolaan kawasan konservasi CA Pararawen I dan II diperoleh nilai efektivitas pengelolaan sebesar 56 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 51 %, Suaka Margasatwa Lamandau memperoleh nilai efektivitas pengelolaan sebesar 70 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 69 %, TWA Tanjung Keluang nilai efektivitas pengelolaannya sebesar 63 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 62 %, TWA Bukit Tangkiling memperoleh nilai efektivitas pengelolaan sebesar 60 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 59 % dan CA Bukit Sapat Hawung memperoleh nilai efektivitas pengelolaan sebesar 46 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 28 %.

 

Sumber : BKSDA Kalimantan Tengah

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini