6 Ekor Satwa Liar Dilindungi Berhasil Dievakuasi dari Area Wisata Rimba Raja Pandita

Senin, 08 Februari 2021

Malinau, 8 Februari 2021 - Negosiasi dengan berbagai pihak terhadap perlindungan satwa liar di Kabupaten Malinau terus berlanjut. Belum seminggu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protecion (COP) Berau mengevakuasi "Si Wang" Beruang Madu (Helarctos malayanus), kini Balai Taman Nasional Kayan (TN) Mentarang kembali mendampingi BKSDA Kaltim dan COP mengevakuasi satwa liar dilindungi yang diserahkan secara sukarela dari Wisata Rimba Raja Pandita (RJP).

Sebanyak 6 ekor satwa dari kandang Raja Pandita telah dievakuasi sebagai tindaklanjut negosiasi sebelumnya yang dilaksanakan pada tanggal 4 Februari lalu bersama pihak pengelola wisata tersebut di Desa Belayan Kecamatan Malinau Utara. Jumlah tersebut terdiri dari 1 ekor Beruang Madu (Helarctos malayanus), 1 ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis), 1 ekor Elang Bondol (Haliastur indus), 1 ekor Elang Laut (Haliaeetus leucogaster), dan 2 ekor Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus).

Plt. Kepala Balai TN Kayan Mentarang Bambang Widiatmoko, S.Hut.,M.Sc mengatakan bahwa pihak Balai TN Kayan Mentarang tidak pernah menolak bagi siapapun yang ingin menyerahkan satwa yang dilindungi untuk membantu BKSDA Kaltim dalam penertiban satwa dilindungi khususnya di Kabupaten Malinau.

"Upaya pelestarian satwa dilindungi adalah tugas kita semua, karena itu Balai TN Kayan Mentarang tidak pernah menolak siapapun yang akan menyerahkan satwa dilindungi. apalagi di Kaltara belum ada BKSDA sehingga kita kerjasama dengan BKSDA Kaltim untuk penanganan satwa dilindungi. meskipun tugas utama kami adalah upaya konservasi kawasan TNKM." ungkap Bambang.

Sementara itu, BKSDA Kaltim melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau Dheny Mardiono, S.Hut.,M.Sc menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan penertiban satwa liar yang dilindungi Undang-Undang. Pihaknya juga tak lupa menyampaikan apresiasinya terhadap para pihak yang telah membantu proses evakuasi terutama Batalyon Infanteri 614 Raja Pandita sehingga evakuasi dapat berjalan lancar dan satwa yang terluka akan diberikan tindakan medis.

"Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ini sehingga evakuasi berjalan lancar. kedepan nanti akan ada perawatan bagi satwa yang terluka, terutama bagi Beruang Madu oleh Dokter hewan dari COP. ada proses-proses medis yang harus dilalui agar semua satwa ini tetap sehat." terang Dheny .

Selanjutnya seluruh satwa hasil evakuasi dari Komplek Asrama Militer Batalyon Infanteri 614 Raja Pandita akan dibawa ke SKW I Berau dan akan menunggu waktu pemulihan satwa agar dapat dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang

Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 0

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini