Upaya Konservasi Harimau Sumatera Perlu Kerjasama dan Dukungan Semua Pihak

Bogor – 13 September 2017, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati menggelar acara Thematic Group Discussion penyusunan Strategi Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera (STRAKOHAS) periode 2018-2028. Acara yang berlangsung tanggal 13-15 September 2017, ini bertempat di Hotel Padjajaran Suites Bogor, acara ini secara resmi dibuka oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Ir. Bambang Dahono Adji, M.M., M.Si.

STRAKOHAS 2007-2017 akan berakhir pada tahun ini maka Direktorat KKH bekerjasama dengan Forum HarimauKita dan didukung oleh mitra dan lembaga donor, menyelenggarakan kegiatan ini. Di dalam pertemuan ini akan  dilakukan pembahasan mengenai visi, misi, dan tujuan STRAKOHAS 2018-2028, strategi dan aksi konservasi yang dibutuhkan dalam pencapaian tujuan STRAKOHAS 2018-2028, dan rancangan dokumen STRAKOHAS 2018-2028.

Di dalam sambutannya, Direktur KKH menyampaikan bahwa upaya konservasi Harimau Sumatera perlu kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak terkait, tidak hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang langsung terkait dengan pengelolaan Harimau Sumatera akan tetapi juga perlu dukungan dari bidang lain dan masyarakat secara luas pada umumnya. Selain itu, perlu disusun strategi rencana aksi konservasi harimau sumatera periode selanjutnya yang disesuaikan dengan perkembangan kondisi populasi dan habitat serta faktor ancaman yang dialami oleh satwa tersebut saat ini.

Berdasarkan evaluasi implementasi dokumen STRAKOHAS 2007-2017, upaya konservasi harimau sumatera sudah mengalami banyak kemajuan. Berbagai macam aksi konservasi telah dilakukan oleh berbagai komponen baik oleh Pemerintah RI, Pemerintah Daerah, LSM, Perguruan Tinggi, Swasta dan masyarakat. Penegakan hukum dan perlindungan baik spesies maupun habitat menjadi sektor yang paling penting untuk diperkuat. Dalam 3 tahun terakhir, sebanyak 48 orang telah dihukum terkait dengan perdagangan harimau sumatera. Patroli perlindungan kawasan hutan habitat harimau sumatera juga terus ditingkatkan, 810 jerat ditemukan dan 87 kasus konflik manusia dan harimau ditangani. Penghitungan estimasi populasi harimau sumatera juga telah dilakukan dengan permodelan Population Viability Analysis (PVA) pada tahun 2016 dan diperkirakan sebanyak 600-an individu terdistribusi di seluruh Sumatera baik itu lanskap tipe kecil, sedang maupun besar.

STRAKOHAS periode 2018-2028 disusun bersama-sama oleh berbagai pihak untuk menghasilkan Strategi Rencana Aksi Konservasi yang lebih baik dan menjadi acuan dalam konservasi harimau sumatera ke depan serta dilaksanakan oleh berbagai pihak.

Sumber: Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini