Balai Tn Bukit Tiga Puluh Siap Melakukan Survey Okupansi Harimau Sumatera Bersama Para Mitra

Rengat 11 Juli 2019. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satwa prioritas nasional yang kini statusnya kritis. Satwa kharismatik ini memiliki beragam peran bukan hanya aspek ekologis saja melainkan juga kebudayaan masyarakat. Salah satu habitat penting satwa yang memiliki wilayah jelajah luas ini adalah kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh yang terletak di perbatasan Provinsi Riau dan Jambi.

Sebuah kegiatan survei untuk mengetahui informasi hunian dan persebaran harimau dilakukan di seluruh Pulau Sumatera tahun ini dengan judul Sumatra Wide Tiger Survei (SWTS). Taman Nasional Bukit Tiga Puluh sebagai salah satu lokasi target survei. Survei kawasan TN Bukit Tiga Puluh ini didukung oleh beberapa lembaga yaitu Forum HarimauKita, WWF - Indonesia, Frankfrut Zoological Society, Yayasan Penyelamatan dan Konservasi Harimau Sumatera, Zoological Society of London, Yayasan Sintas Indonesia, KPHP Tebo Barat Unit IX, PT. Alam Bukit Tigapuluh dan PT. Lestari Asri Jaya. Tim gabungan yang di bawah koordinasi Balai TN Bukit Tigapuluh tersebut berencana menyisir 18 petak pemantauan berukuran masing - masing 17 km2. Kegiatan ini diharapkan dapat selesai pada Desember 2019.

 

Koordinasi dan peningkatan kapasitas tim dilakukan melalui sebuah pertemuan pada tanggal 10 dan 11 Juli 2019 di kantor Balai TN Bukit Tiga Puluh, Rengat, Indragiri Hulu yang dihadiri tim gabungan dengan tujuan untuk penyusunan rencana kerja dan kesepakatan bersama serta penyiapan tim lapangan pelaksana kegiatan dalam metode survei menggunakan pendekatan survei deteksi-nondeteksi untuk mengukur tingkat hunian dan pengaruh faktor habitat terhadap persebaran harimau.

"Kegiatan ini merupakan mandat nasional sebagai salah satu upaya konservasi harimau Sumatera sehingga memerlukan peran kita bersama" kata Darmanto Kepala Balai TN Bukit Tiga Puluh.

Sebagai kesepakatan bersama, tim telah membagi peran dan wilayah grid sel survei. Selain itu, tim juga menekankan bahwa keselamatan personil survei menjadi yang utama dalam pemilihan jalur transek.  Keseluruhan prosedur survey yang akan dilakukan mengikuti protokol yang telah digariskan. Satwa  mangsa serta satwa prioritas nasional lain seperti orangutan (Pongo abelii) dan gajah (Elephas maximus) juga akan didata. Sampel kotoran harimau akan dikoleksi untuk keperluan analisis DNA.

 

"Survei menyeluruh atau SWTS ini merupakan salah satu survei satwa liar yang terbesar bukan hanya di Indonesia saja melainkan di dunia. Hasil yang diharapkan akan memperkuat informasi tren hunian harimau Sumatera dengan data dasar dari survei sebelumnya tahun 2007 - 2009" penjelasan dari Febri Anggriawan Widodo dari Forum HarimauKita dan WWF - Indonesia selaku koordinator tim gabungan.

"Data yang tim hasilkan akan digunakan untuk data dalam dokumen STRAKORHAS (Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera) yang baru" imbuh Darmanto.

       

    

Sumber: Balai TN Bukit Tigapuluh

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini