Tim WRU Seksi 4 Makassar BBKSDA Sulsel Evakuasi Python 5 Meter Di Maros

Makassar, 02 Maret 2021  – Petugas Wildlife Rescue Unit (WRU) seksi 4 Makassar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) pada Minggu (28/02/2020) yang dipimpin langsung Kabid Wilayah II BBKSDA Sulsel, mengevakuasi ular sanca kembang (Pyton reticulatus), sepanjang 5 meter, di Desa Baji Apamae Kabupaten Maros yang sebelumnya viral di Media sosial dan berita CNN Indonesia .

Info awal yang diterima tim WRU bermula dari laporan media social (27/02/2021) Ular Sanca tersebut merupakan tangkapan warga desa bernama Daeng Daera saat sedang mencari tanaman Porang di Hutan. Ular tersebut dalam keadaan tidak bergerak dengan diameter perut yang besar, diduga ular tersebut baru saja menyantap babi hutan atau anak sapi menurut keterangan warga. Dari info tersebut Tim WRU segera melakukan koordinasi dengan kepala Seksi Wilayah 1 dan resort Camba Balai TN Bantimurung Bulusaraung di Maros terkait kerjasama evakuasi satwa ular tersebut.

Agus Suseno, S.Hut selaku PEH dari tim Evakuasi Ular tersebut dalam  keterangannya “Hasil identifikasi diketahui ular sanca kembang berukuran panjang 5,52m dan diameter 0,24m serta dalam kondisi sehat tidak terluka dan agresif. Dari proses evakuasi tim secara keseluruhan sampai pelepasliaran di habitat yang jauh dari penduduk berjalan lancar”. terang Agus.

Ir.  Thomas Nifinluri, MSc. menyampaikan “Terimakasih kepada teman-teman dari Seksi 1 dan Resort Camba TN. Bantimurung Bulusaraung yang membantu dan mengawal proses evakuasi Ular Sanca ini dari awal evakuasi hingga rilis.”

“Di awal-awal tahun dengan intensitas hujan seperti ini memang banyak kasus konflik satwa dan masyarakat. Ini merupakan tantangan untuk Tim dan kita semua agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. Oleh karena itu untuk warga yang menjumpai satwa liar seperti ular besar seperti ini segera lapor ke kami bisa melalui call center kami yang standby 24 jam atau bisa menghubungi pihak berwajib dan Damkar. Dibutuhkan profesional dalam handling satwa liar terutama satwa liar predator” tutup Thomas.

 

Link Video Proses Rilis : https://youtu.be/jDrvUu-AJIY

Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan 

Penanggung Jawab  Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini