Nasib Kuku Si Beruang Pindahan

Proses Operasi Beruang  Dilakukukan Drh. Yuli Akmal dan Tim TPS

Jambi, 16 Oktober 2020. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi (BKSDA Jambi) melakukan penjemputan seekor beruang madu (Helarctos Malayanus) di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur pada Sabtu (10/10). Melalui jalur darat, beruang madu berkelamin jantan ini di pindahkan dari PPS Tegal Alur ke Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSDA Jambi. Beruang yang berusia ± 5 (lima) tahun memiliki kondisi cukup prima dalam perjalananya menuju Jambi. Namun, terdapat kuku yang tumbuh tidak sebagaimana mestinya. Didapati pertumbuhan kuku yang terlalu cepat (overgrowth) yang diduga diakibatkan satwa tersebut jarang menggunakan kukunya untuk memanjat ataupun beraktivitas sehingga kuku tumbuh tidak terkendali.

Untuk itu, tim TPS BKSDA Jambi mengambil tindakan untuk melakukan operasi pemotongan kuku serta menjahit luka (hecting) bekas kuku overgrowth pada Rabu (14/10/2020). Sahron, selaku Kepala TPS BKSDA Jambi mengatakan bahwa, “Kami melakukan tindakan tersebut dengan harapan agar beruang dapat menggunakan kuku nya kembali untuk memanjat atau mencari mangsa saat dilepasliarkan. Kondisi beruang sekarang mulai beradaptasi dengan lingkungan di TPS serta kami rutin mengontrol kuku beruang pasca operasi.” Ujarnya.

Upaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam melakukan penyelamatan satwa memang bukan isapan jempol belaka. Selain mendirikan Tempat Penyelamatan Satwa di Jambi, BKSDA Jambi bekerjasama dengan Tempat/Pusat Penyelamatan Satwa di daerah lain. Salah satu nya adalah PPS Tegal Alur yang berada di kawasan Jakarta Barat dimana satwa-satwa di Tegal Alur merupakan hasil tangkapan BKSDA DKI Jakarta.

Kepala Balai KSDA Jambi, Bapak Rahmad Saleh., S.Hut., M,Si saat dikonfirmasi mengatakan bahwa “Dengan adanya kerjasama TPS BKSDA Jambi dengan Tempat atau Pusat Penyelamatan Satwa di daerah lain, kedepannya kami berharap upaya penyelamatan satwa diseluruh Indonesia dapat terlaksana dengan baik. Kami juga mengajak semua pihak untuk menyadari pentingnya kelestarian satwa-satwa langka ini" tutup Rahmad.

Sumber : Humas Balai KSDA Jambi

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini