Tim Resort Sentani Antisipasi Dampak Siklus Alam yang Berulang

Kondisi Kali Bak pada Senin, 10 Januari 2022. Kali Bak merupakan salah satu target patroli tim Resort Sentani, alirannya menuju Kali Jembatan Dua dan bermuara di Danau Sentani. Dokumentasi BBKSDA Papua. Fotografer: Andrian R. Sinery.

Jayapura, 14 Januari 2022 – Seperti siklus alam yang terus berulang, setiap awal tahun Jayapura seolah diliputi kecemasan. Ini terjadi karena curah hujan begitu tinggi, ditambah trauma banjir bandang 2019 masih terang di ingatan. 

Menyikapi situasi tersebut, tim Resort Sentani Balai Besar KSDA Papua berpatroli untuk memantau kemungkinan terbentuknya bendung alam pada sungai-sungai yang berhulu di Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Patroli berlangsung tiga hari, yaitu Senin sampai Rabu (10 – 12/01). Langkah ini sangat penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan atau dampak yang berpotensi merugikan, baik bagi alam maupun masyarakat sekitar. 

Kepala Resort Sentani, Eddy Sam Lau, menjelaskan, “Ini patroli pertama tim Resort Sentani di tahun 2022. Kali ini patroli kami benar-benar manual, tidak bisa terbangkan drone untuk pantau situasi, karena area patroli di sekitar Bandar Undara Internasional Sentani dan Rindam XVII/Cenderawasih.”

Menurut laporan Eddy, tim Resort Sentani memantau sembilan sungai atau biasa disebut kali oleh masyarakat Jayapura, yaitu Kali Bak, Jembatan Dua, Harapan, Menanti, Eboy, Sereh, Pos Tujuh, Taruna, dan Kemiri. Secara umum, kondisi sungai-sungai tersebut relatif aman, mengalir pada jalurnya, dan tidak terdapat bendung alam, meskipun aliran beberapa sungai tampak keruh.

Terkait banjir yang melanda Jayapura pada Jumat (07/01), Eddy menegaskan bahwa kondisi itu sebagian besar dipengaruhi oleh menumpuknya sampah di sungai. Dalam konteks ini, Eddy memaparkan fakta tentang Kali Menanti.

“Sebenarnya Menanti itu kali kering, tapi tumpukan sampahnya sangat banyak. Ketika curah hujan tinggi, aliran kali itu tersumbat, ya pasti meluap dan banjir,” kata Eddy. Ia mengimbau kepada semua masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayapura yang menjadi wilayah kerjanya, agar lebih memperhatikan masalah sampah. Bagaimanapun, sampah adalah persoalan klasik yang sangat krusial, karena masih banyak masyarakat bersikap abai, atau mungkin mereka memerlukan edukasi lebih lanjut lagi.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, menyampaikan apresiasi atas kinerja tim Resort Sentani. “Dengan segala keterbatasan, tim ini tetap bekerja dengan baik dan tanpa pamrih, demi menyajikan fakta-fakta kepada masyarakat. Pada kesempatan ini, saya menegaskan bahwa segala perilaku kita terhadap alam nantinya akan kita tuai buahnya dengan ukuran dan takaran yang setara. Maksud saya, bila kita memperlakukan alam dengan baik, alam akan membalas dengan baik pula. Sebaliknya, bila kita memperlakukan alam semena-mena, bencanalah yang kita terima,” kata Edward Sembiring. (dd)

Sumber : Balai Besar KSDA Papua

Call Center BBKSDA Papua : 0823 9770 9728   

 

    

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini