Testimoni Lintas Generasi hingga Band GIGI, Warnai Puncak Hari Bakti Rimbawan ke-41

Kamis, 28 Maret 2024 Sekretariat Ditjen KSDAE

Jakarta, 28 Maret 2024. Memperingati Hari Bakti Rimbawan yang jatuh pada 16 Maret 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar serangkaian kegiatan. Mulai dari kegiatan sosial seperti donor darah, bersih sungai, bakti sosial hingga kegiatan perenungan untuk mengapresiasi kerja para rimbawan. Sebagai puncaknya, KLHK mengadakan Panggung Kolaborasi Rimbawan yang dilaksanakan pada Kamis, 28 Maret 2024 di Arboretum Lukito Daryadi, Manggala Wanabakti, Jakarta. Panggung Kolaborasi Rimbawan ini menjadi ajang bertemunya para pegawai KLHK dan juga mitra. Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dan jajaran pejabat KLHK, hadir langsung dalam kegiatan ini.

Hari Bakti Rimbawan ke-41 tahun ini terasa spesial, karena bertepatan dengan satu dekade Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di bawah pimpinan Siti Nurbaya Bakar. Pada tahun 2014, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan digabungkan menjadi satu. Penggabungan tersebut membawa perubahan yang signifikan dan paradigmatis. Perubahan tersebut tidak lepas dari kerja para rimbawan hingga tingkat tapak yang ada di seluruh pelosok negeri. Tema Kolaborasi Panggung Rimbawan dipilih karena sarat nilai, karena segala upaya dalam menjaga dan merawat lingkungan adalah aksi kolektif dan tidak bisa dilakukan sendiri. 

“Kolaborasi yang dimaksud adalah kerja sama dengan nilai yang sama dengan berbagai sumber, seperti pengetahuan, kemampuan, cara berinteraksi dan berjejaring, bersama masyarakat di tingkat grassroot. Panggung kolaborasi ini penting untuk konsolidasi seluruh unsur KLHK dan mitra dalam melakukan hal-hal bersama,” jelas Menteri LHK saat memberi pengantar di Panggung Kolaborasi Rimbawan, Kamis (28/4/2024).


Menteri LHK bersama Komisi IV DPR RI (dua dari kiri), Wakil Menteri KLHK, Dirjen KSDAE (kiri Menteri LHK), menikmati acara Panggung Kolaborasi Rimbawan

Menteri LHK juga menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada sore hari itu bertujuan untuk konsolidasi seluruh unsur KLHK dan mitra. Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para rimbawan yang telah bekerja bersama dalam sepuluh tahun kepemimpinannya. 

Sebagai salah satu bentuk konsolidasi, Panggung Kolaborasi Rimbawan ini juga menghadirkan tokoh-tokoh yang ikut berperan dalam perjuangan konservasi, di antaranya adalah para mitra di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Panggung Kolaborasi Rimbawan ini memberikan ruang kepada para mitra, seperti pengusaha di bidang lingkungan dan kehutanan, aktivis dan juga generasi muda, untuk memberikan catatan terkait kinerja KLHK, khususnya dalam sepuluh tahun kepemimpinan Siti Nurbaya Bakar. Testimoni diberikan oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Ketua APHI dan APKINDO, Ketua AP2SI, perwakilan dari Green Leadership Indonesia, para aktivis muda dan juga pelajar yang mengikuti penanaman serentak.

“Kami, Komisi IV mendukung apa yang menjadi tugas KLHK. Kami tahu kerja KLHK ini tidak mudah karena apa yang dilakukan tidak hanya untuk saat ini tapi juga untuk masa depan, untuk generasi muda, untuk masa yang jauh ke depan. Jadi sangat perlu dukungan yang lebih luas lagi,” ujar Anggia Erma Rini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dalam testimoninya. 

Tidak hanya memberikan dukungan terhadap kerja KLHK, para mitra yang diundang dalam Panggung Kolaborasi Rimbawan ini juga menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap kerja KLHK. Seperti yang disampaikan oleh perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Ir. Purwadi. Ia berharap kerja KLHK, khususnya di bawah pimpinan Siti Nurbaya Bakar dapat mengelola perubahan menjadi merawat perubahan yang sudah dilakukan, serta menjaga keberlanjutan. 


Swietenia Puspa Lestari, menyampaikan testimoninya dalam Panggung Kolaborasi Rimbawan

Tidak hanya menghadirkan Testimoni dari para mitra di sektor lingkungan hidup dan kehutanan, Panggung Kolaborasi Rimbawan ini juga mengajak para generasi muda untuk menyampaikan pendapat mereka. Di antaranya adalah Almi Ramadhi dari Green Leadership Indonesia, Swietenia Puspa Lestari seorang aktivis muda, dan Nasma Muslimah, pelajar dari SMA 80 Jakarta. 

“Saya bersepakat bahwa kerja menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri tapi perlu kolaborasi dan aksi kolektif, seperti pelibatan pemerintah daerah, pihak swasta, LSM dan tentu saja generasi muda. Saya berharap KLHK terus melibatkan anak muda dalam kegiatan menjaga dan merawat lingkungan untuk membangun pemimpin masa depan yang peduli terhadap alam,” ujar Swietenia dan disambut tepuk tangan hadirin. 


Penampilan Band GIGI

Tidak hanya menjadi ajang untuk konsolidasi, Panggung Kolaborasi Rimbawan juga menghadirkan band ternama, GIGI sebagai penghibur. Kurang lebih seribu orang, yang terdiri dari pegawai lingkup KLHK, hadir, berkumpul dan menikmati acara di Arboretum Lukito Daryadi hingga petang. Berlangsung dengan khidmat, Panggung Kolaborasi Rimbawan ditutup dengan doa dan buka puasa bersama.


Sumber: Setditjen KSDAE

Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 0

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini