Tim Satgas Penanganan Konflik Satwa Liar Melakukan Pengecekan Kemunculan Buaya Muara

Pelaihari, 16 September 2021 – Menindaklanjuti laporan adanya kemunculan Buaya Muara  (Crocodylus porosus) di Desa Swarangan, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan menugaskan Staff Bagian Satgas Penanganan Konflik Satwa Liar dan Staff Resort Balai KSDA SM Pelaihari untuk melakukan langkah-langkah cepat dan terukur guna menghilangkan kepanikan warga dan menghindari terjadinya konflik antara satwa liar dan manusia. Tim dari BKSDA Kalimantan Selatan ini dipimpin oleh Bapak Jarot J. Mulyono, S.Hut, M.Sc. Upaya dan langkah-langkah awal yang diambil oleh tim menindaklanjuti kemunculan Buaya Muara di Desa Swarangan adalah melakukan koordinasi dengan koramil jorong dan Babinsa Desa Swarangan Bapak Serda Abdullah.

Tim dari Balai KSDA Kalimantan Selatan beserta Babinsa Desa Swarangan kemudian berangkat bersama menuju Desa Swarangan. Sesampainya di Desa, tim langsung menuju kantor Desa untuk berkoordinasi dengan pihak Desa Swarangan. Bapak Taibani selaku aparat Desa Swarangan menyambut tim di Kantor Desa dan bersama-sama mengecek lokasi kemunculan Buaya Muara. Pengecekan dilakukan selama dua hari pada tanggal 14 sampai dengan 15 September 2021. Selama melakukan pengecekan tim tidak menjumpai kemunculan Buaya.

Setelah melakukan pengecekan lokasi kemunculan Buaya Muara di Desa Swarangan, Tim dari Balai KSDA Kalimantan Selatan beserta Babinsa Desa Swarangan kemudian melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat Desa Swarangan agar berhati-hati dalam beraktifitas di sungai terutama di pagi dan sore hari serta tidak membuang isi perut ternak dan sisa daging ternak ke sungai yang dapat memicu kemunculan Buaya Muara. Tim kemudian memasang spanduk peringatan di sekitaran sungai Swarangan dan pemukiman warga.

“Kami mewakili masyarakat Desa Swarangan mengucapkan terimakasih kepada Tim dari Balai KSDA Kalimantan Selatan dan Bapak Babinsa Desa Swarangan atas respon cepat yang diberikan terkait laporan kami tentang kemunculan Buaya Muara di Sungai Swarangan dekat perkampungan kami.” Ujar Bapak Taibani. “Kehadiran Bapak-Bapak setidaknya dapat mengurangi kecemasan dan kepanikan warga karena kemunculan Buaya Muara ini.” tambahnya.

3-2021-09-24 at 11.28.50

Secara terpisah, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Bapak Dr.Ir.  Mahrus Aryadi, M.Sc menyampaikan bahwa Sungai Swarangan merupakan habitat buaya muara dan berada di kawasan Suaka Margasatwa Pelaihari, yaitu areal hutan yang ditunjuk oleh negara sebagai kawasan perlindungan bagi tumbuhan dan satwa liar didalamnya. Buaya muara berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan & Satwa liar termasuk Satwa liar yang dilindungi oleh negara.

“Kemunculan satwa ini di sekitar pemukiman warga atau meluas ke arah hilir bisa sebagai penanda kewaspadaan terhadap kenaikan muka air karena cuaca hujan yang terjadi akhir-akhir ini, oleh karenanya dihimbau kepada warga untuk berhati-hati ketika beraktifitas di sungai terutama sore dan malam hari” tutup Mahrus. (ryn)

Sumber : Badrul Arifin, S.Hut - PEH Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan 

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini