Sinergi BKSDA Kalsel dengan KPH Kusan Hulu Selamatkan dan Lepas-liarkan Bekantan

Kamis, 18 Juli 2019

Batulicin, 17 Juli 2019 – Bekantan yang keluar dari habitatnya kembali berhasil diselamatkan. Kali ini terjadi di Jl. Manggis yang tembus ke Jalan Lingkar 30 wilayah Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu. Informasi ini disampaikan ke BKSDA Kalsel oleh Kepala KPH Kusan, Ir. Safriani, MP.

Berdasarkan informasi tersebut, Tim penanganan konflik satwa Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin  yang terdiri dari Suriansyah, S.Hut., Ahmad Nabawi, Bariansyah dan Agus Eko, bergerak untuk melakukan evakuasi satwa Bekantan (Nasalis larvatus).

Dari informasi yang di dapat satwa tersebut telah berada di kantor KPH Kusan wilayah Kab. Tanah Bumbu. Saat sampai disana Tim penanganan konflik satwa melakukan koordinasi bersama KPH Kusan dan melakukan pulbaket kepada warga yang melakukan penyerahan satwa.

Dari kronologi kejadian diketahui bahwa Bekantan awalnya hendak menyeberang jalan dari hamparan hutan rawa ke area hutan di seberangnya. Namun naas satwa tersebut tertabrak warga yang kebetulan lewat mau memancing ikan, kemudian satwa tersebut terjatuh dan diam di pinggir jalan. Kemudian  oleh warga bekantan tersebut di bawa ke kantor KPH Kusan untuk diserahkan.

Kejadian Bekantan tertabrak kendaraan bukan yang pertama kali terjadi. Tahun 2019 ini saja, sudah 2 kali terjadi. Kedua-duanya terjadi di Banjarmasin. Menurut Kepala Balai KSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., peristiwa ini memberikan indikasi bahwa habitat Bekantan memang semakin berkurang. Perlu upaya lebih dengan melibatkan multipihak untuk menyelamatkan satwa maskot Kalsel ini, imbuhnya. Kami apresiasi warga yang aktif membantu perlindungan satwa, demikian pula tim KPH Kusan Hulu yang sigap menangani Bekantan tersebut.

Setelah Tim selesai melakukan pulbaket dan berkoordinasi dengan KPH Kusan, kemudian Tim mengevakuasi satwa Bekantan. Secara umum Bekantan dalam kondisi sehat dan hanya mengalami sedikit luka dibagian tangan. Setelah menjalani perawatan, Bekantan segera dilepasliarkan di jalan Lingkar 30 yang berdekatan dengan aliran anak sungai Batulicin. Hamparan hutan di daerah ini merupakan hutan rawa yang sering di jumpai populasi Bekantan. (ryn)

Sumber : Nikmat Hakim Pasaribu, S.P, M.Sc - Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin, Balai KSDA Kalimantan Selatan

2WhatsApp Image 2019-07-18 at 10.38.10

 

3WhatsApp Image 2019-07-18 at 10.37.47

 

Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 0

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini