Aksi Pemantapan Pasukan Khusus Para Penjaga Naga Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo, 25 Juni 2021. Balai Taman Nasional Komodo mengadakan pelatihan “Pemantapan Monitoring Biawak Komodo dan Penanganan Konflik Satwa Liar Dengan Manusia” bekerjasama dengan Yayasan Komodo Survival Program (KSP) pada tanggal 13 – 19 Juni 2021 di Labuan Bajo dan Loh Buaya (Pulau Rinca). Kegiatan ini merupakan tindaklanjut kegiatan pelatihan dasar monitoring biawak komodo dan penanganan konflik satwa liar dengan manusia pada pertengahan Bulan Maret lalu dengan mengikutsertakan 14 orang petugas Balai Taman Nasional Komodo dan beberapa perwakilan masyarakat dalam kawasan yang telah mendapatkan pelatihan intensif selama bertahun-tahun.

Para pakar komodo dari Yayasan KSP berperan sebagai instruktur selama rangkaian pelatihan dengan memberikan penjelasan secara detil mencakup pemahaman teori dan demonstrasi praktik di lapangan. Balai Taman Nasional Komodo dan KSP berharap kegiatan ini mampu melahirkan para penjaga naga baru yang berkualitas dan terampil dalam melaksanakan kegiatan pemantauan populasi komodo secara mandiri. Materi-materi yang disampaikan dalam pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas wawasan dan ilmu pengetahuan petugas mengenai biawak komodo dengan lebih optimal kedepannya. Selain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan wawasan petugas, pelatihan ini pun berupaya untuk membentuk suatu tim khusus yang memiliki kemampuan dalam menangangi kemungkinan terjadinya konflik satwa liar dengan manusia di dalam kawasan.

Pelatihan diawali dengan Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara menyampaikan motivasi dan harapan terbentuknya tim khusus monitoring komodo kepada petugas. Pre-test dan post-test dilakukan untuk mengevaluasi petugas diawal dan diakhir sesi pelatihan guna mengetahui tingkat pemahaman petugas atas materi yang telah disampaikan.

Kegiatan selanjutnya adalah persiapan praktik lapangan yang berlokasikan di Loh Buaya. Pelaksanaan pelatihan ini bertepatan dengan masuknya musim kawin bagi komodo sehingga petugas dapat berkesempatan untuk dapat memperhatikan perilaku kawin komodo dan mengamati karakteristik biawak komodo jantan yang siap mengawini dan biawak komodo betina yang siap untuk bertelur dengan menggunakan metode Capture Mark Release Recapture (CMRR). Sampel biawak komodo yang didapatkan diukur dan ditimbang bobot tubuhnya untuk kemudian ditandai. Petugas juga diajarkan untuk melakukan pengukuran dimensi sarang bertelur komodo dengan menggunakan camera trap.

Petugas telah berhasil menandai sembilan biawak komodo betina yang berpotensi akan bertelur dan enam sarang biawak komodo dengan tipe gundukan selama pelaksanaan kegiatan di Loh Buaya. Kegiatan ini ditutup dengan post-test dan pembahasan rencana aksi kedepannya yang dilakukan di armada Floating Ranger Station, King Fisher Taman Nasional Komodo.

Sumber : Balai Taman Nasional Komodo

Penulis: Rawuh Pradana, S.H. | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini