Serangga Purba Penghuni Dasar Hutan Sumatera

Sebagian besar masyarakat mungkin belum pernah melihat maupun mengetahui keberadaan makhluk ini. Serangga yang dalam bahasa Inggris biasa disebut sebagai Trilobite beetle merupakan serangga yang memiliki bentuk tubuh yang menyerupai binatang purba yang dikenal sebagai Trilobite sebangsa krustacea yang hidup di dalam lautan jutaan tahun lalu. Berbeda dengan makhluk purba tersebut serangga yang termasuk dalam genus Duliticola dengan famili Lycidae ini menghuni dasar hutan hujan tropis di wilayah India dan Asia Tenggara.

Di Indonesia genus Duliticola dapat dijumpai hidup dibawah tumpukan kayu yang lapuk maupun dibawah seresah daun mati di lantai hutan yang lembab di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Sebagian besar bagi para ilmuan menganggap bahwa penelitian mengenai kehidupan Trilobite beetle memiliki tantangan tersendiri karena serangga ini masih sangat sulit untuk dijumpai di habitatnya.

Masih sedikit informasi mengenai daur hidup serangga. Genus Duliticola memiliki Dimorfisme bentuk tubuh, yaitu bentuk tubuh jantan dan bentina sangatlah jauh berbeda. Foto diatas merupakan serangga berjenis kelamin bentina, sedangkan serangga jantan memiliki bentuk seperti kumbang pada umumnya dengan antena tebal dan panjang dengan ukuran kurang lebih 5 - 10 mm sedangkan untuk ukuran betina bisa mencapai ukuran 10 kali lebih besar yaitu sekitar 60 mm.

Masih sangat jarang informasi mengenai daur hidup serangga ini di alam, namun terdapat penelitian yang komprehensif dari salah satu ilmuan berkewarganegaraan Singapura pada tahun 1996 oleh Alvin T.C. Wong dari Department of Zoology dari universitas National University of Singapura menunjukan bahwa daur hidup species Duliticola hoiseni yang berasal dari Peninsula Malaysia dan Singapura dimulai dari telur, kemudian serangga kecil akan merangkak mencari tempat yang mereka butuhkan seperti pada kayu-kayu lapuk maupun sersah dedaunan yang telah membusuk dilantai hutan yang basah dan lembab.

Mengacu pada penetian sebelumnya, jenis makan yang serangga ini masih menuai perdebatan diantara beberapa ilmuan. Sebagian besar mengatakan bahwa Trilobite beetle merupakan serangga predator yang dapat memakan siput atau serangga lainya, namun ilmuan yang lainnya membantah bahwa serangga ini lebih pasif dalam mencari makan dan mereka lebih menyukai untuk memakan jamur, getah tanaman maupun, maupun cairan yang keluar dari kayu lapuk.

Terlepas dari perdebatan tersebut, penelitian mengenai serangga ini di Indonesia bisa dikatakan masih sangat sedikit bahkan tidak ada, sudah selayaknya kita menaruh perhatian besar terhadap keanekaragaman hayati yang kita miliki, karena keanekaragaman flora dan fauna yang kita miliki merupakan aset berharga bangsa yang dapat bermanfaat besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan juga untuk kesejahteraan masyarakat.

Sumber : Balai KSDA Sumatera Selatan

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini