Sinergisitas Dalam Pengelolaan Kawasan Hutan di Wilayah SPTN III Matawai Lapau

Matawai Lapau, 12 Maret 2020.  Pengelolaan Kawasan hutan konservasi saat ini tidak dapat dilakukan oleh pengelola kawasan hutan itu sendiri. Banyaknya manfaat yang dapat diambil dari hutan membuat banyak orang atau lembaga ingin mengambil peran sehingga hal ini dapat diajdikan dasar bagi pengelola untuk saling bersinergi dan berkolaborasi.. Hal ini pun sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam sambutannya pada Rakornas KLHK di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu yaitu bahwa pengelola kawasan harus saling bersinergi dengan stakeholders yang berada di wilayah kerjanya, sehingga program-program prioritas nasional dapat lebih efektif dan tepat sasaran serta memberikan outcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Guna mewujudkan sinergisitas dan kolaborasi dalam pengelolaan kawasan hutan, SPTN III Matawai Lapau turut serta dalam kegiatan musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di 2 (dua) kecamatan yang berbatasan langsung dengan awasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), yaitu Kecamatan Matawai La Pawu dan Kecamatan Pinu Pahar. Kegiatan tersebut dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 4 dan 11 Maret 2020, dan dihadiri oleh Polhut SPTN III Matawai Lapau (Andri M. Supriatama, A.Md) dan Kepala Resort Tawui (Hasanul Satrio Utomo, S.Hut).

Pada kesempatan tersebut turut hadir unsur Muspika Kecamatan di masing-masing wilayah, unsur Pemerintah Daerah Kab. Sumba Timur, Anggota DPRD Kab. Sumba Timur, dan Pemerintah Desa Setempat. Dalam pelaksanaannya kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan membahas secara detail rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021, sekaligus mensinergikan program pada masing-masing instansi yang berada pada wilayah kecamatan.

Beberapa masukan dan pertanyaan yang disampaikan terkait pengelolaan TN Matalawa, lebih terkait pada proses kegiatan-kegiatan pembangunan strategis (peningkatan kualitas dan pemeliharaan akses jalan), pemanfaatan jasa lingkungan, pemberdayaan dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat di desa sekitar kawasan, serta pemanfaatan HHBK dengan pola kemitraan.

Dengan membangun sinergisitas dan berkolaborasi bersama Stakeholder dalam pengelolaan Kawasan hutan TN Matalawa, diharapkan kelestarian Kawasan hutan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya dapat terwujud.

Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini