Penyu Sisik dan Kucing Hutan Dilepasliarkan BKSDA Bali

Denpasar, 10 Januari 2018. Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Bali bekerjasama dengan Turtle Conservation Education Center (TCEC) salah satu kelompok pelestari penyu binaan BKSDA Bali melepasliarkan 1 ekor Penyu Sisik (10/1). Penyu ini sehari sebelumnya secara tidak sengaja tersangkut jaring nelayan yang kemudian oleh nelayan tersebut diserahkan ke TCEC. Oleh TCEC setelah dilaporkan ke BKSDA Bali, penyu tersebut diperiksa kesehatannya oleh Dokter Hewan dibantu para volunteer. Penyu dibersihkan dari tempelan Karang /tritip, lumut dan parasit lainnya. Penyu tersebut sebelum dilepasliarkan dipasang tanda/tagging sebagai ciri bahwa satwa tersebut telah dilepas oleh pihak pemerintah dan pemerhati satwa dan lingkungan, sehingga harapannya disamping untuk kepentingan kajian ilmiah, manakala suatu saat masyarakat menemukan satwa ini dan kondisinya sehat agar dilepasliarkan kembali ke habitat.

Atas rekomendasi Dokter Hewan, BKSDA Bali dengan TCEC kemudian hari ini melepasliarkan penyu tersebut di di perairan Desa Serangan Kota Denpasar disaksikan sejumlah Media. Harapan semua pihak, semoga penyu tersebut bisa meneruskan hidupnya dan berkembang biak di alam. Pelepasliaran ini telah dilingkup dengan Berita Acara Pelepasan. Pada saat ini di TCEC terdapat sekitar 3 ekor Penyu yang juga tersangkut jaring nelayan yang rencananya akan direlease menunggu pulihnya kesehatan penyu2 tersebut akibat luka tersangkut jaring nelayan.

Pada hari yang sama di tempat yang berbeda, bekerja sama dengan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Bali, BKSDA Bali juga melepasliarkan 2 ekor Kucing Hutan hasil penyerahan masyarakat di Hutan Batukahu di sekitar lokasi Pura Luhur Batukahu. Kucing hutan ini sebelumnya telah dirawat dan setelah dirasa siap secara medis diliarkan, barulah satwa ini dilepaliarkan. Sebelum dilakukan pelepasan dilakukan persembahyangan di lokasi pura untuk memohon restu-Nya sehingga satwa berkembang biak sesuai harapan di alam liar.

Sumber : Balai KSDA Bali

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini