Partisipasi Manggala Agni Brigdalkarhut Balai Besar TaNa Bentarum di Desa Mandiri Menuju Langit Biru

Senin, 17 Februari 2020

Putussibau, 14 Februari 2020. Sosialasasi Program Desa Mandiri Menuju Langit Biru diselenggarakan oleh Kodam XII Tanjungpura di Markas Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti. Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Kapaus Hulu, Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Dandim 1206 Putussibau, Danyon Raider Khusus 644/Walet Sakti, Forkopimda Kabupaten Kapuas Hulu, Tokoh masyarakat, Perusahaan perkebunan serta pelajar mahasiswa. Kegiatan ini telah dicanangkan oleh Gubernur Kalimantan Barat yang merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia serta Kebijakan Kementerian LHK dalam menangani masalah kebakaran.

Salah satu kegiatan dalam sosialisasi ini yaitu praktek pembuatan pupuk cair atau yang biasa disebut cuka kayu yang dilakukan oleh Tim Manggala Agni Brigdalkarhut Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) Praktek pembuatan cuka kayu diawali dengan penjelasan terkait bahan baku pembuatan cuka kayu yang berasal dari limbah biomassa seperti sisa-sisa kayu bekas, kayu kecil, ranting, bambu, serbuk gergaji, serasah, sekam padi, tandan kelapa sawit, dll. Kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan cuka kayu. Ade Arief, S.Hut selaku Kepala Brigdalkarhut menjelaskan bahwa Cuka kayu merupakan pupuk cair yang dihasilkan dari proses kondensasi asap dari proses pengarangan kayu. Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) melalui cuka kayu ini merupakan salah satu upaya dalam mendorong pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta dapat menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Dijelaskan pula bahwa cuka kayu memiliki banyak manfaatnya baik dalam bidang pertanian seperti penyubur tanah, memacu pertumbuhan dan menguatkan akar tanaman, bidang peternakan seperti campuran pakan ternak guna meningkatkan hasil ternakan, bidang kesehatan seperti menghilangkan penyakit kulit, gatal, kurap, kutil dan jerawat.

Koordinator PLTB Manggala Agni Brigdalkarhut Balai Besar TaNa Bentarum Adi Sucipto menjelaskan kepada peserta sosialisasi bahwa untuk menghasilkan 8 liter cuka kayu hasil penyulingan diperlukan waktu kurang lebih 8 jam.

Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TaNa Bentarum Ardi Andono, S.T.P., M.Sc menjelaskan bahwa salah satu desa binaan dari Balai Besar TaNa Bentarum yaitu Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar telah menerapkan sistem PLTB melalui Cuka Kayu. Selain itu, pada sosialisasi ini disampaikan terkait kesiapan Balai Besar TaNa Bentarum dalam upaya pencegahan kebakaran hutan terutama di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Peningkatan upaya deteksi dini dilakukan melalui peningkatan patroli yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat, TNI/POLRI dan pihak terkait lainnya. Ditambahkannya pula bahwa patroli udara akan terus dilakukan dalam upaya mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kapuas Hulu.

Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)

Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 0

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini