BKSDA Yogyakarta Release Satwa Liar Bersama Mitra Penggiat Konservasi

Yogyakarta, 12 Agustus 2022. Balai KSDA Yogyakarta dampingi PT Jasa Raharja (persero) lepasliarkan satwa di kawasan Gunung Kelir, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kab.Kulonprogo pada hari Kamis (11/8/2022). Kegiatan pelepsliaran satwa ini didukung oleh Wildlife Rescue Center (WRC) - Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY), Gembira Loka Zoo, Center of Orangutan Protection (COP), serta beberapa mitra yang bergerak di bidang konservai satwa seperti Jogja Birdbanding Club, Paguyuban Pengamat Burung Jogja, (PPBJ), dan Yayasan Kanopi Indonesia). Turut hadir dalam pelepasliaran satwa ini DKC Kulon Progo; Dukuh, tokoh masyarakat, karang taruna, dan BPK Gunung Kelir; yang mewakili Lurah Jatimulyo, dan yang mewakili Panewu Girimulyo.

Satwa liar yang dilepasliarkan pada kesempatan ini terdiri atas 1 (satu) ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela), 1 (satu) ekor Elang Brontok (Nisaetus chirrhatus), 1 (satu) ekor Musang Pandan (Paradoxurus hermaphroditus). Dari ketiga jenis satwa tersebut, Elang ular bido berhasil direlease di siang hari selanjutnya Musang pandan berhasil direlease pada malam harinya, dan untuk Elang brontok akan dilepasliarkan seminggu setelah pelepasliaran elang ular bido. 

Jenis raptor yang dilepasliarkan tersebut merupakan satwa yang dititiprawatkan Balai KSDA Yogyakarta. Setelah menjalani proses rehabilitasi di WRC Jogja sejak tahun 2017 dan dilanjutkan dengan serangkaian assesmen dan cek kesehatan baik fisik maupun perilaku, kedua raptor tersebut dinyatakan siap untuk dilepasliarkan.

Seperti diketahui bersama, Elang yang dilepasliarkan ini termasuk jenis raptor dalam famili Accipitridae merupakan satwa dilindungi Undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 lampiran dari Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa liar. Keberadaan elang tersebut di alam terancam punah karena perdagangan ilegal, perburuan dan menyempitnya habitat. Pengembalian satwa liar ke alam merupakan salah satu harapan dari kegiatan konservasi satwa liar, bahwa satwa dapat kembali lagi ke alam dan menjalankan fungsi utamanya untuk menyeimbangkan ekosistem.

Pemilihan lokasi pelepasliaran di Puncak Gondang Jatimulyo ini selain didasarkan pada kesesuaian habitat, ketersediaan sumber pakan alami yang mencukupi juga faktor masyarakat dan Pemerintah Desa Jatimulyo yang memiliki kesadaran konservasi cukup tinggi yang bahkan telah dituangkan dalam bentuk Peraturan Desa (Perdes) tentang Pelestarian Lingkungan Hidup sejak tahun 2014 yang lalu.

Dalam kesempatan ini Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi mengingatkan pentingnya keterlibatan para pihak dalam konservasi satwa. “Keterlibatan para pihak dalam upaya konservasi satwa yang salah satunya diwujudkan melalui program release seperti ini menunjukkan adanya kepedulian dan telah terjalinnya komunikasi yang baik antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan mitra terkait. Kepedulian mitra untuk turut serta melestarikan satwa liar dilindungi di Indonesia patut kita apresiasi dengan harapan ke depan akan lebih banyak lagi mitra yang memiliki kepedulian dalam mempertahankan kelestarian satwa di alam. Program release satwa ini juga menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan populasi satwa di alam.” jelas M. Wahyudi.

Untuk mengetahui kondisi satwa setelah dilepasliarkan, rangkaian kegiatan release satwa perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan montoring dan evaluasi pasca release selama kurang lebih 10 hari, yang akan dilaksanakan oleh mitra Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ). Monitoring dan evaluasi pasca release sangat penting untuk dilakukan karena akan menentukan berhasil tidaknya sebuah program pelepasliaran. Hakekat dari pelepasliaran itu sendiri adalah satwa yang kita lepaskan kembali ke alam dapat bertahan hidup di habitat alaminya.

Sumber : Balai KSDA Yogyakarta

Penanggung jawab : Kepala Balai KSDA Yogyakarta-Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365)

Kontak informasi      : Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini