Telur Tuntong Menetas di Pantai Sarang Elang

Stabat, 22 April 2019. Berawal pada 4 Februari 2019, saat Tim dari Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan teknisi konservasi YSLI serta Kelompok Tani Tumbuh Subur (mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara) menemukan sarang telur satwa jenis Tuntong Laut, di pantai Sarang Elang, dan mendapati 9 butir telur, dimana 8 butir dalam keadaan baik sedangkan satunya lagi dalam keadaan pecah. Kedelapan telur yang dalam kondisi baik tersebut kemudian dipindahkan dalam sebuah bak penetasan yang terbuat dari kayu dengan ukuran 2m x 1m x 1m, di lokasi areal mitra konservasi Balai Besar KSDA Sumut, Kelompok Tani Tumbuh Subur.

Berlanjut pada 6 Februari 2019, nelayan Desa Jaring Halus kembali menemukan 7 butir telur satwa Tuntong di pantai Sarang Elang, dan ke 7 butir telur tersebut diserahkan kepada Tim gabungan. Kemudian ke 15 butir telur Tuntong mendapat pengawasan langsung dari Tim untuk proses penetasannya. Akhirnya, pada Rabu 10 April 2019, dari total 15 butir telur Tuntong Laut yang berhasil ditetaskan sebanyak 11 butir, dimana 10 butir telur berhasil menetas sempurna dan 1 butir menetas namun gagal.  Sedangkan  4 butir lainnya dalam keadaan busuk.

Tuntong Laut (Batagur borneoensis) merupakan salah satu reptil terlangka di dunia. Reptil yang dilindungi di Indonesia sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/ 12/2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi, juga menyandang status Spesies Critically Endangered dari IUCN Redlist serta terdaftar sebagai apendiks II CITES.

Ke 10 ekor tukik yang menetas sempurna kemudian dipindahkan ke dalam styrofoam. Untuk pelepasliaran (release) ke habitatnya masih membutuhkan waktu sekitar 3 bulan dari waktu menetas, untuk memantau dan memastikan kelayakan pelepasliarannya.

Sumber : Herbert BP. Aritonang - Balai Besar KSDA Sumatera Utara

tuntongg.PNG

Beberapa anakan Tuntong Laut (tukik) yang berhasil ditetaskan

         

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini