Eselon KSDAE

BPEE

Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial

Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis, dan supervisi pelaksanaan urusan di daerah bidang pengelolaan ekosistem esensial.

Dalam melaksanakan tugasnya Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial menyelenggarakan fungsi:

  1. penyiapan perumusan kebijakan pemolaan dan perpetaan kawasan ekosistem esensial, konservasi mangrove, konservasi lahan basah,konservasi kawasan karst, pengelolaan taman kehati, koridor hidupan liar, serta areal bernilai konservasi tinggi;
  2. penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pemolaan dan perpetaan kawasan ekosistem esensial, konservasi mangrove, konservasi lahan basah, konservasi kawasan karst, pengelolaan taman kehati, koridor hidupan liar, serta areal bernilai konservasi tinggi;
  3. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria pemolaan dan perpetaan kawasan ekosistem esensial, konservasi mangrove, konservasi lahan basah, konservasi kawasan karst, pengelolaan taman kehati, koridor hidupan liar, serta areal bernilai konservasi tinggi;
  4. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis pemolaan dan perpetaan kawasan ekosistem esensial, konservasi mangrove, konservasi lahan basah, konservasi kawasan karst, pengelolaan taman kehati, koridor hidupan liar, serta areal bernilai konservasi tinggi;
  5. supervisi atas pelaksanaan urusan pemolaan dan perpetaan kawasan ekosistem esensial, konservasi mangrove, konservasi lahan basah, konservasi kawasan karst, pengelolaan taman kehati, koridor hidupan liar, serta areal bernilai konservasi tinggi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah; dan
  6. pelaksanaan administrasi Direktorat.

 

Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial terdiri atas :

  1. Subdirektorat Pemolaan dan Perpetaan Kawasan Ekosistem Esensial;
  2. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah dan Taman Kehati;
  3. Subdirektorat Koridor dan Areal Bernilai Konservasi Tinggi; dan
  4. Subbagian Tata Usaha.