Cegah Bencana, 9 Hektar Di"hijau"kan 50 Orang

Cibodas, 28 Februari 2021. Menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021 dan HUT Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), BBTNGGP bekerjasama dengan PT. Tirta Fresindo Jaya-Plant Ciherang melaksanakan kegiatan penanaman pohon. Penanaman tersebut dilakukan secara simbolis di Zona Rehabilitasi Blok Pasir Pogor, Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) wilayah Tapos (27/02/2021). Upaya penanaman pohon pada hutan konservasi ini diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap fungsi sistem penyangga kehidupan. Sejalan dengan terjadinya bencana alam di Indonesia sepanjang tahun 2020 terutama banjir, hal ini sudah cukup membuktikan bahwa perlu ditingkatkanya upaya penyelamatan lingkungan, alam, dan hutan. 

Kondisi topografi areal penanaman berada di tepi bantaran Sungai Cikahuripan merupakan areal yang dipenuhi dengan semak belukar. Tentunya target restorasi kawasan di lokasi tersebut sangatlah tepat sasaran dengan misi konservasi untuk mengembalikan hutan pada  referensinya dan mencegah terjadinya longsor pada lokasi dengan kemiringan lereng tinggi.

Komitmen perusahaan terhadap kelestarian hutan konservasi dibuktikan dalam kerjasama selama 5 (lima) tahun untuk melakukan upaya pemulihan ekosistem dengan target penanaman seluas 40 Ha dengan jumlah yang ditanam 20.000 pohon, sampai dengan tahun 2020 telah tertanam 16.000 pohon seluas 31 ha. Tahun ini merupakan tahun terakhir, target penanaman 4.000 pohon pada luasan 9 hektar. Kegiatan ini dihadiri pihak BBTNGGP, pimpinan dan karyawan dari PT. Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Plant Ciherang, pemerintah daerah dan muspika setempat. Peserta dan tamu undangan yang hadir sejumlah 50 orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M: Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak.

Kepala Balai Besar TNGGP yang diwakili oleh Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, Dadang Suryana, S.Hut.T, M.Sc. menyampaikan apreasiasi dan ucapan terima kasih terhadap PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) khususnya Plant Ciherang yang telah mengimplentasikan bentuk aksi moral kepeduliannya terhadap kawasan konservasi hingga akhir perjanjian kerjasama”. 

“Upaya yang dilakukan oleh PT. Tirta Fresindo Jaya dapat memberikan manfaat secara berlanjut bagi hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango itu sendiri sesuai dengan produk yang kami gunakan berupa sumber daya air, sudah selayaknya kami lakukan ini, tutur Erick Saputra Atmadja, General Manajer PT TFJ Plant Ciherang Tirta. Sedangkan Ibnu Adriansyah, Factrory Manager menuturkan bahwa kami selalu berkomitmen terhadap kelestarian alam sehingga pada tahun 2021 perusahaan memiliki target 100.000 pohon di Indonesia pada wilayah yang berdekatan dengan wilayah produksinya seperti Pasuruan, Bogor, dan Cianjur serta harapannya kerjasama ini akan terus berlanjut.

Jenis pohon yang ditanam merupakan jenis lokal TNGGP yang terdiri dari: Rasamala, Janitri, Lame, Huru, dan Manglid. Kelima jenis pohon tersebut memiliki perakaran kuat tetapi ada jenis yang memiliki pertumbuhan lambat seperti Rasamala dan Manglid. Jenis pohon Janitri dan Lame memiliki keistimewaan tahan terhadap berbagai kondisi fisik dan pertumbuhannya cepat dibandingkan jenis lainnya sehingga kedua jenis tanaman tersebut sering digunakan dalam kegiatan restorasi kawasan khususnya di wilayah Resort PTN Tapos.

BBTNGGP terus berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan mitra untuk lebih peduli terhadap hutan. Luasan target kegiatan pemulihan ekosistem lingkup BBTNGGP tertuang dalam Rencana Pemulihan Ekosistem Hutan Periode 2020-2024 memiliki target 604, 4 hektar yang tersebar di Tiga Bidang Pengelolaan TN Cianjur, Sukabumi, dan Bogor.

Sumber : Ratih Mayangsari, S.Hut – Penyuluh Kehutanan Muda Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Dokumentasi: BBTNGGP

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini