Hijaukan Sumba di Hari Menanam Nasional

Waingapu, 28 November 2020. Hari Menanam Nasional yang diperingati setiap tanggal 28 November memiliki arti penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Di hari ini secara simbolis diperingati sebagai tonggak kegiatan penanaman yang dapat dilakukan di seluruh nusantara.

Kegiatan penanaman dalam rangka memperingati Hari Penanaman Nasional dilakukan di 2 tempat dan 2 waktu berbeda di tanggal yang sama yakni 28 Desember. Kegiatan penanaman pertama dilakukan pada pagi hari di Blok Hutan Kambatawundut dilakukan oleh Kepala Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), Ir. Memen Suparman, M.M., bersama dengan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Lewa, Judy Aries Mulik, STP, beserta para pegawai di tingkat tapak. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri pejabat tingkat Kecamatan Lewa (Muspicam) yang terdiri dari Camat, Kapolsek Lewa, dan Danramil Lewa.

Penanaman di Kambatawundut ini menjadi awalan dari program penanaman yang akan dilakukan untuk program Pemulihan Ekosistem (PE) Balai TN Matalawa seluas ± 30 ha. Selain pegawai Balai TN Matalawa dan Muspicam, kegiatan ini juga diikuti oleh masyarakat yang tinggal di Blok Hutan Kambatawundut dan kelompok kerja PE.

Tidak lama berselang dan tidak jauh dari lokasi penanaman pertama, Kepala Balai TN Matalawa beserta rombongan yang sama menuju Blok Hutan Langgaliru untuk melakukan kegiatan penanaman kedua. Kegiatan kedua ini terselenggara berkat kerjasama dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang. Hal ini merupakan komitmen BPJN dalam rangka merehabilitasi kawasan hutan yang menjadi proyek pemeliharaan jalan nasional yang memotong kawasan TN Matalawa.

Kepala Balai mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan ini. Harapannya bahwa bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan kelestarian hutan di Pulau Sumba akan meningkat. Dua kegiatan penanaman di dua lokasi dan waktu berbeda ini berhasil menanam lebih dari 600 bibit tanaman hutan yakni adinu, marra, lobung, dan langaha.

Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini