Bersinergi menuju Kepariwisataan Kepulauan Seribu yang mantap

Rabu, 16 September 2020 - Bimbingan teknis kepemanduan wisata alam TN Kepulauan Seribu telah dilaksanakan pada tanggal 8-9 September 2020 di ruang pertemuan SPTN Wilayah II Pulau Harapan. Kegiatan ini dilakukan untuk menfasilitasi para pemandu wisata alam yang ingin mengajukan Ijin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA) yang  dilakukan secara online melalui aplikasi OSS (One single submission). Peserta yang hadir pada Bimtek Kepemanduan sebanyak 35 orang yang berasal dari Kelurahan Pramuka, Kelurahan Harapan dan Kelurahan Kelapa.

 

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Camat Seribu Utara Bpk.Ismail dilanjutkan oleh Lurah Pulau Harapan Bpk.Adi Apandi dan dibuka oleh Kepala Balai TN.Kepulauan Seribu Ibu Badiah. Pada sambutannya disampaikan pada masa pandemi ini pengelola wisata baik pemandu maupun tour operator lokal harus lebih berpikir kreatif untuk mengembangkan paket wisatanya sehingga memiliki nilai lebih dibandingkan pengelola wisata lainnya. Kegiatan wisata juga diharapkan dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (3 M) dengan ketat karena penyebaran COVID-19 masih cukup tinggi.

  

Untuk memberikan pembekalan pemahaman terkait wisata di masa pandemi ini selain materi terkait OSS, juga disampaikan materi wisata lainnya. Materi pertama disampaikan oleh Suryo Agung Sumarahadi dari Indecon yang menyampaikan tentang Best Strategies Ekowisata. Materi kedua disampaikan oleh Irwan Thamrin tentang Pengemasan Paket Wisata Edukasi. Materi ketiga terkait pengajuan IUPJWA secara online dilaksanakan oleh Rika Sandra Dewi dari Direktorat PJLHK. Terdapat beberapa jenis ijin usaha yang ada di Taman Nasional serta keuntungan adanya kepemilikan ijin ini. Selain teori tentang IUPJWA, dilaksanakan praktek untuk dapat mengajukan IUPJWA melalui OSS. Hasil praktek yaitu diperolehnya Nomor Induk Berusaha (NIB), IUMK dan Izin Komersial yang menjadi beberapa kelengkapan berkas dalam pengajuan IUPJWA kepada kepala Balai TN Kepulauan Seribu.

Materi terakhir adalah mengenai usaha kepemanduan wisata selam yang disampaikan oleh Aria Anugraha, perwakilan dari Perkumpulan Usaha Wisata  Selam Indonesia (PUWSI). Dalam penyampaian materi ini juga disampaikan terkait potensi wisata selam di Kepulauan Seribu dan protokol wisata selam di masa pandemi COVID-19.

 

Sumber: Mufti Ginanjar -  Balai TN Kepulauan Seribu

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini