Yukk…. Kita Belajar Budidaya Lebah Madu

Tapos, 11 September 2019 - Peserta pelatihan memusatkan perhatiannya pada penjelasan narasumber tentang tahapan persiapan Budidaya Lebah Madu Trigoona sp. atau dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama “teuweul”. Pelatihan kali ini diikuti peserta sebanyak 20 orang yang berasal dari anggota KTH LBC Lestari, Kelompok Tani Ciaul Maju Bersama, fungsional Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Polhut dan Pengendali Ekosistem Hutan di wilayah Seksi PTN Wilayah VI Tapos. Masyarakat yang dilibatkan difokuskan kepada kelompok masyarakat yang ikut mengembangkan wisata alam di Blok Lebak Ciherang (LBC).

Menurut Edi Subandi (Kepala Resort PTN Tapos), pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekitar kawasan taman nasional dalam budidaya lebah madu sebagai alternatif usaha ekonomi produktif. Potensi pengembangan budidaya lebah madu di sekitar kawasan penyangga dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang nyata secara ekonomi dan memiliki resiko kecil terhadap kerusakan hutan, karena hanya memanfaatkan nektar dari tumbuhan berbunga baik di dalam maupun di luar kawasan. Selain itu budidaya lebah madu juga bisa menjadi objek wisata yang terintegrasi dengan Desa Wisata Cileungsi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.


Pemilihan jenis “teuweul” menurut Iwan, narasumber utama, karena jenis lebah ini memiliki beberapa keistimewaan, antara lain dapat menghasilkan madu dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan jenis madu lain. Walaupun, madu yang dihasilkan lebih sedikit tetapi memiliki harga jual lebih tinggi dbandingkan dengan madu dari lebah jenis Apis cerana (lebah lokal). Kelebihan lain dari jenis Trigoona sp, ini adalah proses budidaya lebih mudah dalam pemeliharaan dan stup yang digunakan lebih sederhana. Stup dapat dibuat dari bahan bekas seperti potongan kayu, bambu dan pipa paralon.


Lebih lanjut Iwan menerangkan bahwa, budidaya lebah madu dapat dilakukan di daerah penyangga TNGGP disesuaikan dengan jarak radius pencapaian makanan lebah dari stup. Setiap lebah memiliki daya jangkau terhadap makanan berbeda-beda. Iwan, sebagai narasumber yang juga peternak lokal yang sudah berhasil dalam usahanya, menyebutkan bahwa daya jangkau untuk lebah Trigoona sp. sekitar 500 meter dari stup. Koloni lebah teuweul juga, banyak ditemukan di pemukiman warga dan menyukai bahan bangunan yang terbuat dari bambu bahkan di dalam kawasan taman nasional banyak dijumpai lebah ini.


Pelatihan ini berlangsung selama satu hari di Kantor Resort PTN Tapos ini menampilkan dua narasumber, berasal dari masyarakat lokal yang telah berhasil mengembangkan budidaya lebah madu. Kegiatannya lebih menekankan pada praktek, seperti pembuatan stup dan pemindahan koloni yang dilakukan di Kantor Resort PTN Tapos, dan identifikasi pencarian koloni madu dilakukan di dalam kawasan hutan blok LBC. Sedangkan teori diberikan pada awal acara di kantor Resort Tapos.


Pada pelatihan yang merupakan refleksi dari kegiatan kerjasama BBTNGGP dengan PT. Tirta Investama-Plant Ciherang ini, juga dijelaskan tentang nilai ekonomi dan potensi serta peluang pemasarannya, sehingga masyarakat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini. Dijelaskan pula beberapa kendala dalam budidaya lebah madu, antara lain lebah rentan pindah (kabur) bila kondisi lingkungan tidak sesuai, sehingga usaha lebah madu jadi tidak optimal. “Untuk keberhasilan budidaya lebah madu memang perlu bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup”, ujar Eli yang juga bertindak sebagai naras umber dalam kegiatan ini.


Ke-antusias-an peserta pendidikan terlihat jelas saat praktek, mulai pembuatan stup sampai pemindahan koloni dari sarang alami (dalam bulub bambu) ke dalam stup. Setiap orang melakukan sermua kegiatan dengan serius dan hasilnya dibawa pulang oleh maasing-masing peserta untuk dikem,bangkan di rumahnya masing-masing.


Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango

Teks. Ratih Mayangsari, S.Hut. dan Tarya Nuryahya

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini