Hutan Merapi Terbakar, Petugas dan Mitra Sigap Melakukan Pemadaman

Magelang, 9 September 2019. Petugas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran hutan di Kawasan TNGM di daerah Gentong, Srumbung, Kab Magelang. Tanpa menunggu lama, petugas bersama masyarakat serta mitra dan relawan berjumlah 250 an orang berhasil mencapai lokasi dan mulai aktifitas pemadaman menggunakan alat manual (gepyok, senggrong/sekop, parang, dan jet shooter). Tim gabungan pemadaman berasal dari : Petugas TNGM, MMP, MPA, TNI, Polri, BPBD, Dispol PP&damkar Magelang, PMH, Pokwis, Bagana Banser, Guruh Merapi, Pager Merapi, OPRB, dll.

Setelah melakukan pemadaman secara manual selama sekitar empat jam, api sudah dapat dilokalisir dengan membuat sekat bakar. Tidak berapa lama, peralatan mekanis berupa mesin pompa dan selang juga sudah berhasil mencapai lokasi kebakaran. Di bagian hulu, perangkat alat pemadam lain berupa mobil slip on dan mesin penyedot terus menderu untuk mendorong air sampai ke bukit Gentong. Lokasi kebakaran di bukit Gentong memiliki topografi yang terjal. Daerah ini merupakan hutan pinus dan semak belukar yang saat ini kondisinya sangat kering. Selain itu, kebakaran sangat mudah merembet karena banyak terdapat pohon kering yang mati akibat erupsi besar tahun 2010.

Selang air sepanjang kurang lebih 400 meter itu terus menyemprotkan air dengan tekanan tinggi. Petugas mengarahkan air ke lokasi bekas kebakaran untuk memastikan bara benar2 mati (mop up). Aktifitas mop up ini dilakukan sampai dengan pukul 18.30 wib. Karena kondisi lokasi sudah gelap, diputuskan kegiatan mop up untuk sementara dihentikan dan akan dilanjutkan esok hari. Petugas bersama masyarakat tetap berjaga di Posko Dalkarhut Jurang Jero untuk memantau.

Pada hari kedua, pagi hari pukul 08.00 wib, 30 orang petugas bersama MMP, MPA, dan masyarakat melanjutkan kegiatan mop up untuk memastikan bara api benar2 padam. Peralatan yang digunakan berupa peralatan manual dan mekanis. Peralatan manual menggunakan jet shooter dan gepyok, sedangkan peralatan mekanis tetap menggunakan pompa air, selang serta peralatan pendukung lainnya.

Kegiatan mop up menggunakan jet shooter dan penyemprotan berlangsung hingga sore hari sebelum hari gelap. Saat ini, kondisi api dan bara sudah benar-benar mati. Sementara petugas melakukan mop up, petugas lain melakukan pengukuran lokasi bekas kebakaran. Dari hasil pengukuran, diketahui luas area yg terbakar adalah  1,9 ha. Kejadian kebakaran di bukit Gentong ini merupakan kejadian kedua selama musim kemarau tahun ini.  Yang pertama terjadi pada akhir bulan Agustus 2019 dan langsung berhasil dikendalikan. Saat itu luas kebakarannya sekitar 0,4 ha. Penyebab kebakaran sampai saat ini masih diselidiki. Namun diperkirakan penyebabnya adalah karena unsur kelalaian manusia. Semoga kejadian kebakaran tidak terjadi lagi. Kawasan hutan Gunung Merapi merupakan kawasan konservasi yang harus dijaga keutuhan dan keasliannya. Mari kita jaga dan lindungi hutan kita.

Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini