Belajar Pelestarian Penyu di SPTN Wilayah I Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu

Kelapa Dua, 20 Juli 2019. Salah satu tempat yang menjadi sarana perawatan pelestarian penyu yaitu pulau Kelapa Dua Seksi Pengelolaan Taman Nasional (STPN) I Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Terdapat dua jenis penyu yang dilestarikan yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricate) dan penyu hijau (Chelonia mydas).

Penyu dan tukik diletakkan dalam ruangan yang berukuran sekitar 8 x 8 m beratapkan multiroof dengan pintu selebar 2 meter terbuat dari kayu ini sering dikunjungi wisatawan saat weekend. Jendela bertralis dengan ukuran 3 x 1.5 m menjadi sumber penerangan saat siang hari. Tukik dan penyu diletakkan dalam beberapa bak yang terbuat dari semen berlapiskan keramik dan beberapa bak kecil yang terbuat dari plastik. Total bak yang terdapat di pulau Kelapa Dua sebanyak 9 bak terdiri dari dua bak besar berukuran 2.5 x 2.5 m dan tujuh bak kecil berukuran 1.3 x 1.5 meter. Tukik yang dipelihara berusia mulai dari beberapa minggu sampai berusia 8 tahun.

Penyu Sisik diberi pakan selar kuning sebanyak dua kali sehari saat pagi dan sore hari, dalam sekali pemberian pakan total menghabiskan sekitar tiga kilogram. Tukik diberi pakan cacahan ikan selar atau fillet selar dalam ukuran yang kecil sedangkan penyu yang dewasa diberi selar kuning yang sudah dibersihkan. Tukik yang baru beberapa minggu menetas belum diberi pakan ditandai dengan ari-arinya yang masih basah. Menurut salah satu pegawai TNKS, total ikan selar yang diperlukan dalam satu bulan sekitar 100 kilogram. Namun, alga menjadi makanan utama penyu hijau sedangkan penyu sisik mampu memakan karang (coral) saat di alam. Pagi hari bak dibersihkan dari sisa kotoran penyu dan pakan. Kemudian diberi pakan sesuai dengan umur dan bukaan mulut.

Kebersihan tukik menjadi faktor penentu keberlangsungan hidup tukik. Bak yang kotor dapat menyebabkan penyu berjamur dan mengakibatkan kematian bagi penyu. Jamur ini biasanya menyerang bagian mata dengan tanda bintik berwarna putih. Penyebab tukik berjamur selain kebersihan air yaitu sisa pakan yang menempel di punggung tukik atau duri ikan yang menancap di mata. Langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kematian tukik yaitu memisahkan tukik yang terinfeksi jamur dan merendamnya dalam air yang sudah diberi beberapa tetes larutan methylene blue selama satu sampai dua malam kemudian dibilas dengan air dan dimasukkan ke bak yang sesuai dengan umur. ­­­

Selengkapnya klik link sbb :  Belajar Pelestarian Penyu

Sumber : Amanah Zakiah dan Isai Yusidarta - Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini