TaNa Bentarum Gelar Sosialisasi Manfaat Penting Keberadaan Jalan Paralel/Sejajar Perbatasan Ruas Putussibau-Nanga Era-Batas Kalimantan Timur Kabupaten Kapuas Hulu

Putussibau, 10 Desember 2018. Bertempat di Aula Kantor Balai Besar TaNa Bentarum, Balai Besar TaNa Bentarum menyelenggarakan Sosialisasi Manfaat Penting Keberadaan Jalan Paralel/Sejajar Perbatasan Ruas Putussibau-Nanga Era-Batas Kalimantan Timur Kabupaten Kapuas Hulu, yang dihadiri unsur-unsur Muspida Kapuas Hulu, perwakilan instansi-instansi terkait, Kepala Desa serta perwakilan Tokoh Masyarakat dan kelompok masyarakat sekitar Taman Nasional Betung Kerihun.

Pembangunan Jalan Paralel/Sejajar Perbatasan Ruas Putussibau-Nanga Era-Batas Kalimantan Timur Kabupaten Kapuas Hulu merupakan tindak lanjut kerjasama antara Direktur Jenderal KSDAE KLHK dengan Direktur Jenderal Bina Marga dengan Perjanjian Kerjasama Nomor PKS.8/KSDAE/PIKA.0/10/2016 dan No.03/PKS/DB/2016 tanggal 28 Oktober 2016. Keberadaan jalan sepanjang 46 kilometer yang berada dalam kawasan konservasi diharapkan bisa membuka akses dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar jalur tersebut.

Dalam Sambutannya, Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Paralel/Sejajar Perbatasan Ruas Putussibau-Nanga Era-Batas Kalimantan Timur Kabupaten Kapuas Hulu merupakan wujud dari Program Nawa Cita Pemerintahan Jokowi-JK, yaitu membangun wilayah perbatasan. “Jalan ini diharapkan mampu membuka akses masyarakat terutama desa Tanjung Lokang dan desa Bungan Jaya. Pembangunan jalan diupayakan melintasi perkampungan mereka”, imbuh Nasir.

Lebih Lanjut beliau menjelaskan bahwa bukan hanya potensi ekonomi yang akan berkembang namun potensi wisata juga akan berkembang, salah satu potensinya adalah ekspedisi Kapuas - Mahakam. Wisata minat khusus tersebut telah rutin diselenggarakan oleh beberapa biro perjalanan wisata nasional maupun internasional.

Kepala Balai Besar TaNa Bentarum pada kesempatan yang sama menyampaikan pembangunan ruas jalan putussibau – nanga era – batas kalimantan timur di Taman Nasional Betung Kerihun sebagaimana telah diuraikan di atas, merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat kabupaten Kapuas Hulu secara khusus dan peningkatan perekonomian nasional secara umum yang merupakan bagian perwujudan program nawacita.

“Pembangunan jalan paralel perbatasan kalimantan yang melewati kawasan TNBK merupakan suatu terobosan untuk membuka jalur perekonomian dan kemajuan masyarakat yang berada di dalam dan sekitar daerah penyangga kawasan. terbukannya aksesibilitas akan berdampak terhadap efektivitas waktu dan efisiensi biaya yang selama ini menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di dalam dan sekitar kawasan TNBK”, imbuh orang nomor satu Balai Besar TaNa Bentarum.

Selain sosialisasi dilaksanakan juga penandatanganan deklarasi untuk mendukung, melindungi, dan mengamankan pembangunan Jalan Paralel/Sejajar Perbatasan Ruas Putussibau-Nanga Era-Batas Kalimantan Timur Kabupaten Kapuas Hulu oleh seluruh peserta yang hadir. Materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi ini adalah (1) Manfaat keberadaan jalan perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Kapuas Hulu; (2) Pembangunan Jalan Paralel Perbatasan yang disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Paralel Perbatasan Nanga Badau-Entikong-Aruk-Temajok Kalimantan Barat; (3) Perlindungan dan pengamanan potensi kawasan TNBK oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi Taman Nasional; (4) Pengamanan Jalan oleh Kepala Kepolisian Resort Kapuas Hulu.

Sumber : Balai Besar TN betung Kerihun dan Danau Sentarum

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini