Takjub, Bunga Bangkai Mekar di Zona Rimba Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Rengat, 7 November 2018. Bunga Bangkai atau Amorphophallus dikenal memiliki bau busuk yang menyerupai bangkai. Amorphallus merupakan family suku Talas-talasan (Araceae) dimana bunga dan daunnya tumbuh secara bergantian. Bunga bangkai merupakan tumbuhan khas dataran rendah yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis. Bunga ini dapat ditemukan pada habitat hutan tropis di Sumatera, khususnya pada ketinggian diantara 120 sampai 365 meter diatas permukaan laut. Terdapat sekitar 170 spesies bunga bangkai di seluruh dunia. Spesies yang terkenal di Indonesia diantaranya adalah : Amorphophallus titanium, A. gigas. A. decussilvae, A. beccarii, A. Campanulatus dan A. oncophyllus.

Petugas lapangan Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh menemukan bunga bangkai (Amorphophallus) yang diduga kuat tergolong kedalam spesies Amorphophallus decussilvae berdasarkan ciri dan morfologinya. Bunga bangkai tersebut ditemukan petugas saat melakukan kegiatan monitoring tapir, pada minggu ke-4 bulan Oktober di zona rimba yang berada di wilayah kerja Resort Suo-suo, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tebo Jambi. Berdasarkan Made Sri Prana (2008) dalam jurnalnya “Penyerbukan Buatan pada Acung (Amorphophallus decus-silvae Back. & v.A.v.R,”Biodiversitas, Vol.9, No.4, Oktober 2008, menyatakan bahwa; Jenis bunga bangkai Amorphophallus decussilvae ini pernah ditemukan di Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang berjarak tidak jauh dari kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Berdasarkan temuan ini, dapat dikatakan bunga bangkai jenis Amorphophallus decussilvae ini dapat tumbuh di dalam kawasan Nasional Bukit Tiga Puluh. 

Saat ditemukan, bunga tersebut masih kuncup dan belum mekar, setelah 4 hari kemudian bunga tersebut mekar dan mengeluarkan bau busuk. Sebelumnya petugas mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan yang sudah membusuk, sehingga petugas melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber bau busuk tersebut. Setelah diperiksa dalam waktu yang cukup lama akhirnya petugas menyadari bahwa bau busuk tersebut berasal dari bunga bangkai tersebut. Takjud dengan mekarnya bunga bangkai ini, meskipun harus menahan bau busuk yang sangat menyengat. Adapun bau busuk yang dikeluarkan bertujuan untuk menarik kumbang dan lalat penyerbuk. Setelah masa mekarnya lewat (sekitar 7 hari), bunga bangkai akan layu dan kembali mengulangi siklus hidupnya, dengan tumbuhnya pohon baru di atas umbi bunga bangkai yang sudah mati.

Meskipun begitu, petugas sangat puas dapat menemukan bunga bangkai mekar dan memiliki kesempatan untuk mendokumentasikannya. Indahnya bunga bangkai menjadi obat penawar lelah bagi petugas lapangan yang sedang bertugas. Berharap nantinya akan ditemukan bunga- bunga bangkai di lokasi lainnya di kawasan TNBT.

Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini