Seminar Hasil Survey Rangkong Di TN Bukit Baka Bukit Raya

Selasa, 13 Februari 2018

Sintang, 12 Februari 2018, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) bersama WWF Indonesia Program Kalimantan Barat serta Tenaga Ahli dari Rangkong Indonesia mengadakan acara Seminar yang berjudul “Hasil Survei Rangkong di TN Bukit Baka Bukit Raya” yang salah satu fokus utamanya adalah mencari keberadaan Satwa Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) yang merupakan satwa kategori Critically Endangered (Terancam Punah) berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species.

Acara seminar ini dihadiri 39 (tiga puluh sembilan) orang, selain dihadiri staf Fungsional TNBBBR turut mengundang Stakeholder terkait di sekitar Kawasan TNBBBR seperti BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Sintang, KPH Sintang Timur, dan KPH Melawi yang dianggap turut memiliki peranan di bentang alam Bukit Baka Bukit Raya jika melihat habitat satwa Rangkong yang tidak bisa dibatasi oleh wilayah geografis. Adapun acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Balai TN Bukit Baka Bukit Raya, di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat pada tanggal 12 Februari 2018.

Seminar ini merupakan presentasi hasil dari Kegiatan survei cepat potensi Enggang/Rangkong di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya pada tanggal 16 – 19 November 2017 di Resort Belaban Wilayah SPTN I Nanga Pinoh. Dengan total panjang jalur survei 8.694 m yang terbagi dalam 3 jalur, dijumpai pohon pakan utama (jenis ficus/pohon ara) sebanyak 56 pohon dengan potensi perhektarnya 0,4-1,29 pohon/ha. Sedangkan untuk pohon sarang dengan kriteria berlubang dan memiliki diameter diatas 50 cm ditemukan sebanyak 139 pohon, dengan potensi pohon sarang perhektarnya 0,8 – 2,2 pohon/ha. Adapun perjumpaan dengan satwa burung Rangkong adalah :

  1. Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) : 2 perjumpaan
  2. Enggang Cula (Buceros rhinoceros): 5 perjumpaan
  3. Enggang Khilingan (Anorrhinus galeritus): 1 perjumpaan
  4. Julang emas (Rhyticeros undulatus) : 1 perjumpaan

Selain itu juga di paparkan mengenai Peta Ancaman Rangkong Gading yang bersumber dari International Helmeted Hornbill Conservation Strategy and Action Planning Workshop, di Kuching pada tanggal 19-20 Mei 2017. Juga disampaikan bahwa saat ini sudah disiapkan Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Nasional Rangkong Gading Indonesia tahun 2018-2028. Adapun komponen dalam draft SRAK Rangkong Gading berupa :

  1. Pengelolaan Habitat
  2. Penegakan Hukum
  3. Kampanye dan Penyadartahuan
  4. Peningkatan kapasitas
  5. Kolaborasi
  6. Pendanaan

TN Bukit Baka Bukit Raya setidaknya akan berperan penting terkait komponen dalam draft SRAK Rangkong Gading tersebut yaitu pada komponen Penelitian, Pengelolaan Habitat, Kampanye dan Penyadartahuan serta Kolaborasi bersama mitra strategis dan stakeholder lainnya.

Selain itu kedepannya di kawasan TNBBBR direncanakan akan dibangun Center of Excellent/Pusat Penelitian Rangkong khususnya untuk jenis Rangkong Gading, tidak berbentuk sanctuary/Pusat Penyelamatan satwa Rangkong Gading, karena selama ini perburuan Rangkong Gading bukan untuk dipelihara seperti burung paruh bengkok yang kondisinya masih hidup melainkan dalam kondisi sudah mati untuk diambil tengkorak kepalanya saja (Gadingnya). Sehingga sanctuary berbentuk Pusat Penyelamatan Rangkong Gading dianggap kurang tepat mengingat sesungguhnya kawasan Taman Nasional itu sendiri adalah Sanctuary/Suaka bagi flora dan fauna yang ada didalamnya, dan berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukan di seluruh dunia, bahwa belum ada yang berhasil mengembangbiakkan Rangkong Gading di Habitat Buatan.

Dengan adanya pembangunan Center of Excellent penelitian Rangkong Gading (Enggang) di TNBBBR, diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada Indonesia dan dunia dalam upaya penyelamatan Rangkong Gading dan jenis-jenis rangkong lainnya mengingat di kawasan TNBBBR terdapat 8 (delapan) jenis Rangkong.

Rekomendasi hasil seminar Rangkong ini adalah :

  1. Perlunya dilakukan survei sebaran dan okupasi untuk penentuan area prioritas pengelolaan Rangkong Gading.
  2. Perlunya disusun Rencanan pengelolaan Rangkong Gading di TNBBBR (2018-2022)
  3. TNBBBR = Center of Excellent penelitian Rangkong Gading (Enggang) di Indonesia
  4. Rangkong Gading sebagai Agent of Change konservasi berbasis masyarakat di lanskap TNBBBR.

Di akhir acara, dari pihak Rangkong Indonesia memberikan cendera mata kepada pihak TNBBBR berupa buku catatan, stiker, dan flashdisk. Semoga bersama kita bisa memastikan Rangkong tetap terbang menjaga hutan Indonesia.

 Sumber: TN Bukit Baka Bukit Raya

 

Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 0

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini