BKSDA Maluku dan PT. Pertamina Bersama Tanam Karang di TWA Laut Pulau Pombo

Jumat, 19 Januari 2018

Ambon (19/1/18). Peresmian Program Corporate Social Responsibility (CSR)  Transplantasi Karang di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Pombo menjadi awal yang baik bagi BKSDA Maluku dan PT. Pertamina dalam melakukan kerja sama dalam upaya konservasi. Selain perwakilan BKSDA Maluku dan PT. Pertamina, kegiatan tersebut diikuti juga oleh Raja Negeri (Kepala Desa Adat) sekitar TWAL Pulau Pombo seperti Kailolo, Liang, Waai, dan Tulehu, serta Putri Indonesia-Maluku dan Duta Pariwisata Provinsi Maluku. Menariknya, acara tersebut turut diramaikan oleh Tari Cakalele, Taian tradisional Maluku, persembahan dari pemuda Negeri Kailolo.

Secara simbolis, kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan substrat atau media transplantasi karang dari Eko Kristiawan (Unit Manager Communication and Relations MOR VIII Maluku-Papua, PT. Pertamina) kepada Mukhtar Amin Ahmadi (Kepala BKSDA Maluku). Selain itu, peresmian tersebut juga dilanjutkan dengan peletakan bibit karang yang telah dipasang pada substrat di wilayah perairan TWAL Pulau Pombo.

Transplantasi karang tersebut dilakukan dalam tiga tahap, yaitu identifikasi dan inventarisasi potensi terumbu karang TWAL Pulau Pombo, transplantasi karang itu sendiri serta monitoring dan evaluasi. Identifikasi dan inventarisasi potensi dilakukan guna mengetahui jenis karang yang akan ditransplantasi. Transplantasi karang sendiri terbagi menjadi dua kegiatan yaitu pembuatan substrat dan rak serta peletakan terumbu karang hasil transplantasi di dalam laut. Terakhir, untuk memastikan keberhasilan program dilakukan monitoring dan evaluasi.

Bukan tanpa alasan transplantasi karang dilakukan di TWAL Pulau Pombo. Sesuai dengan amanat penunjukan kawasan TWAL Pulau Pombo, yaitu sebagai kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi alam dengan adanya potensi keindahan hidupan bawah airnya, termasuk terumbu karang. Akan tetapi, saat ini kondisi terumbu karang di TWAL Pulau Pombotelah mengalami kerusakan sebesar 60% akibat adanya aktivitas manusia yang merusak seperti pengeboman ikan dan diperparah dengan adanya peningkatan suhu air laut dan pemutihan karang.

Program transplantasi karang tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Pertamina dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan hidup dan kelestarian keanekaragaman hayati. “Pertamina senantiasa mendukung upaya pelestarian biota laut terutama terumbu karang yang memegang peran penting dalam ekosistem laut,’’ tegas Eko. “Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT. Pertamina yang telah bekerjasama dengan kami dalam melakukan transplantasi terumbu karang,” sambut Kepala BKSDA Maluku.

Dalam sambutannya, Kepala BKSDA Maluku menyampaikan agar hubungan baik antara BKSDA Maluku dan Pertamina akan terus terjaga serta kerja sama yang ada tidak berhenti di sini, tetapi menjadi kerja sama yang berkelanjutan.

Sumber: Ayu Diah S. (BKSDA Maluku)

Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 0

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini