Harimau Muncul di Desa Sibide Lumbansialtong, Petugas Lakukan Sosialisasi

Kerbau peliharaan warga korban konflik dengan harimau

Sibide Lumbansialtong, 1 Mei 2022. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali muncul, kali ini menyambangi Dusun 2, Desa Sibide Lumbansialtong, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba. Kehadiran si raja hutan ini bermula dari laporan aparat Desa Sibide Lumbansialtong kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Jumat 29 April 2022, tentang munculnya satwa liar yang diduga Harimau Sumatera dengan menerkam 3 ekor ternak kerbau peliharaan warga.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung didampingi Kepala Resort Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan II dan III beserta staf,  pada Sabtu 30 April 2022, turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan di tempat kejadian, dan hasilnya diperoleh informasi dari pemilik ternak kerbau (Altur Silalahi) bahwa harimau  mulai muncul pada Rabu malam (27/4,) dengan menerkam 3 ekor kerbau peliharaannya, dimana 1 ekor diantaranya mati akibat terinfeksi gigitan harimau, sedangkan 2 ekor lainnya hanya terluka dan sudah mendapat perawatan  dari tenaga medis dokter hewan yang berada di Kecamatan Silaen. Di lokasi,  Tim juga menemukan jejak, yang diperkirakan harimau dewasa dengan diameter 13 cm. Jejak terakhir yang ditemukan diprediksi pada Kamis, (28/4), dan setelah itu sampai saat Tim tiba di lokasi tidak ditemukan jejak baru. Masih menurut penuturan warga, kehadiran satwa buas ini bukanlah yang pertama kali, melainkan sudah sering terjadi, namun tidak sampai menerkam ternak peliharaan warga. Baru kali ini harimau memangsa kerbau.

Bekas gigitan harimau di kaki salah satu kerbau yang terluka

Selanjutnya Tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Sibide Lumbansialtong, agar untuk sementara waktu tidak melakukan pengembalaan ternak dengan cara melepasliarkan di luar lokasi pemukiman, agar mudah diawasi. Tim juga menyarankan  jika warga ingin melakukan kegiatan/aktifitas di ladang, sebaiknya tidak terlalu pagi dan pulangnya juga tidak terlalu sore. Hindari melakukan kegiatan sendiri, sebaiknya dilakukan secara berkelompok.

Petugas Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung sampai saat ini terus melakukan pemantauan di lokasi dan melakukan pendampingan agar masyarakat tetap waspada dan merasa tenang.

Sumber : Manigor Lumbantoruan, SP. –Kasie IV Tarutung, Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini