Pers Release
Festival Edukasi Dan Budaya Gamping “Gamping Gayeng Bareng” Balai KSDA Yogyakarta

Sleman, 6 Oktober 2018. Taman Wisata Alam Batu Gamping merupakan kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai KSDA Yogyakarta yang mempunyai potensi wisata  budaya dan wisata sejarah yang penting untuk diketahui. Untuk memperkenalkan TWA Batu Gamping sebagai kawasan konservasi kepada masyarakat luas serta melestarikan budaya setempat, Balai KSDA Yogyakarta bekerjasama dengan Pemerintah Desa Ambarketawang dalam peringatan HUT ke 263 Desa Ambarketawang.

 

Sementara itu Kepala Balai KSDA Yogyakarta Ir. Junita Parjanti, MT menyampaikan Gelaran kolaborasi ini dikemas dalam Festival Budaya dan Edukasi di TWA Batu Gamping Tahun 2018. Even ini mengusung tema “Gamping Gayeng Bareng, Menjaga Tradisi, Merawat Bumi”. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memadukan semangat konservasi Balai KSDA Yogyakarta dengan produk-produk budaya yang dihasilkan masyarakat Gamping untuk disajikan dalam suasana hiburan pada festival. Selain itu pesan-pesan yang terkandung dalam pementasan tersebut dapat sampai kepada masyarakat luas dan bermanfaat untuk kelestarian kawasan konservasi dan  tradisi budaya masyarakat setempat ini tutur Junita Parjanti. Turut hadir jajaran muspika kecamatan Gamping, Dinas Pariwisata Kab Sleman dan Dinas Kebudayaan Kab. Sleman.

 

Rangkaian acara festival dimeriahkan gladen jemparingan yang diikuti oleh 50 pelajar seluruh DIY, sebelumnya masih dalam rangkaian road to festival juga dilaksanakan gladen jemparingan pada tanggal 16 September yang diikuti 270 peserta dari berbagai kelas umur. Selain itu festival juga menampilkan pendidikan konservasi tingkat SD, pengenalan satwa yang didampingi oleh Gembiraloka Zoo sebagai wahana interaksi dan edukasi satwa bagi pelajar, pemutaran film animasi “belajar dari batu tua”, lomba desain batik yang mengangkat motif flora dan fauna Gunung Gamping yang diharapkan dapat menghasilkan motif batik yang menjadi ciri khas Gamping, dan beberapa hiburan seperti obrolan Angkringan Konservasi sebagai penggambaran dari  nuansa khas Yogyakarta yang dicuplik dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan bintang tamu Mas Srundeng, Yu Sothil, Plenthong dan Kalur pesan konservasi Balai KSDA Yogyakarta disampaikan dengan tampilan yang menghibur dan interaktif. 

 

Sebagai puncak acara digelar pementasan ketoprak kolaborasi Paguyuban Ketoprak Ambarbudaya dengan Balai KSDA Yogyakarta. Disutradarai Putut Wiryawan, pementasan ketoprak dengan lakon “Kuncaraning Gunung Gamping” mengisahkan perjalanan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwana I) sejak dari Kasunanan Surakarta hingga mesanggrah di Gunung Gamping.

 

Sumber : Andie Chandra Herwanto, Balai KSDA Yogyakarta