Lagi, Konflik Warga Dengan Harimau Sumatera, BBKSDA Sumut dan Tim Gabungan Pasang Kandang Jebak

Pemasangan kandang jebak di lokasi konflik

Medan, 12 Januari 2021. Mencermati tingginya intensitas konflik antara warga dengan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Kabupaten Langkat, setelah sebelumnya melaksanakan konferensi pers pada Kamis 7 Januari 2021, Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali melakukan konferensi pers pada Senin 11 Januari 2021 di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumut, guna menyampaikan perkembangan terkini penanganan konflik kepada jurnalis dari berbagai media baik cetak, elektronik maupun on-line, dengan harapan informasi dan pesan dapat tersampaikan kepada masyarakat luas.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., dalam penjelasannya menguraikan informasi terkini dari lokasi konflik di Dusun Selayang, Desa Laudamak, Kecamatan Bahorok, dimana 5 ekor lembu milik warga menjadi korban dimangsa harimau. 4 ekor diantaranya digigit di bagian tengkuk namun tidak dimakan, sedangkan yang 1 ekor lagi  dimakan di bagian ekor.

Upaya yang ditempuh dengan membagi tugas, sebagian tim melakukan pengusiran di Batujongjong dan sebagian lagi melakukan penjagaan kandang jebak di Lau Damak. Kandang jebak mulai dipasang pada Jumat 8 Januari 2021, dan sampai saat ini sudah terpasang sebanyak 2 kandang jebak.

Tim gabungan yang terdiri  dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar TN. Gunung Leuser, KPH I Stabat, lembaga mitra WCS, SRP (Sumatera Ranger Projeck) dan Yayasan Petai, melakukan penjagaan serta patroli di lokasi selama pemasangan kandang jebak. Tim juga melakukan kegiatan jaga malam di Dusun Selayang.

Selain itu, pada Sabtu 9 Januari 2021, tim melakukan pertemuan dengan Kepala Desa Lau Damak dan masyarakat Dusun Selayang. Dalam pertemuan tersebut tim menyampaikan bahwa Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam mitigasi konflik di Desa Lau Damak telah melakukan pemasangan 2 unit kandang jebak untuk persiapan mengevakuasi harimau yang telah meresahkan masyarakat, apabila nantinya tertangkap/terperangkap. Langkah ini juga sebagai upaya agar tidak menimbulkan kerugian di pihak Harimau Sumatera dan masyarakat, papar Hotmauli.

“Kita juga menghimbau agar seluruh hewan ternak yang saat ini ada di sekitar ladang/kebun ditarik ke permukiman, untuk memaksimalkan perhatian harimau pada umpan yang ada di kandang jebak. Untuk sementara waktu diharapkan masyarakat tidak melakukan aktifitas di sekitar kandang jebak terutama sore dan pagi hari,” ujar Hotmauli.

Bila nantinya harimau telah tertangkap, diminta juga agar masyarakat menyerahkan penanganan selanjutnya kepada petugas dan jangan ada yang coba-coba anarkis dengan melukai satwa tersebut, lanjut Hotmauli.

Sebelumnya Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah menerbitkan surat yang ditujukan kepada masyarakat, yang intinya menghimbau agar : mengkandangkan ternak peliharaan, tidak beraktivitas di lokasi rawan dari jam 17.30 -06.30 WIB, tidak memburu satwa Harimau Sumatera, melaporkan kepada petugas terdekat bila menemukan jejak Harimau Sumatera serta berkoordinasi dengan pihak camat dan kepolisian.

Konferensi pers turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Teguh Setiawan, S.Hut., MM., Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Kehumasan Andoko Hidayat, S.Hut., MP., Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH dan Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan Amenson Girsang, SP.

Sumber : Inggrid R. Tarihoran, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Pertama Balai Besar KSDA Sumut

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini