Tinjau Hasil Proyek SBSN – Tim Bappenas Kunjungi Mangrove Park Mantehage

Manado, 19 November 2020. Rombongan Bappenas yang dipimpin Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Alam, Kementerian PPN/ Bappenas Dr. Arifin Rudiyanto mengunjungi capaian proyek yang dibiayai oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Pulau Mantehage, Taman Nasional Bunaken pada Rabu 18 November 2020.

Adalah Mangrove Park Mantehage di tahun 2018 merupakan pengembangan destinasi wisata alam baru di Taman Nasional Bunaken. Terdapat 3 trail mangrove yang disiapkan untuk menyambut kedatangan wisatawan, trail mengrove dengan panjang 1.200 m masing-masing terletak di Desa Tinongko dengan panjang 225 m, Desa Buhias dengan panjang 175 m, dan Desa Bango dengan panjang 800 m dibuat sebagai diversifikasi produk wisata alam,

Selain trail mangrove juga terdapat menara pandang yang dapat melihat hamparan luas mangrove serta pulau sekitar Taman Nasional Bunaken serta fasilitas wisata (MCK), khusus di Tinongko terdapat sarana pusat informasi untuk mendapatkan gambaran mangrove dan berbagai interaksinya di Pulau Mantehage.

Pulau Mantehage terletak di utara Pulau Bunaken, ditempuh dalam waktu 1,5 jam dari Pelabuhan Marina Manado dan bersandar di Dermaga Tinongko, sepanjang perjalanan kita akan ditemani dengan tarian lumba-lumba. Mantehage merupakan Pulau terluar Indonesia bagian utara di Taman Nasional Bunaken.

Dr. Arifin Rudiyanto dalam sambutannya mengapresiasi hasil program SBSN di Pulau Mantehage, kita berharap dengan dibangunnya destinasi baru di Taman Nasional Bunaken akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, masyarakat akan langsung merasakan manfaatnya.

Mangrove dengan berbagai fungsinya harus tetap kita jaga kelestariannya, mempunyai nilai yang sangat tinggi baik dari sisi lingkungan kedepan juga dari sisi moneternya, dan yang pasti  khususnya di Mantehage ini mangrove menjadi sangat krusial. Sebagai destinasi baru di Taman Nasional Bunaken, mangrove park Mantehage menjadi ikonik, tutupnya.

Mendampingi langsung dalam rombongan Tim Bappenas adalah Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Air Dr. Nur Hygiawati Rahayu, Direktur Lingkungan Hidup Dr. Medrilzam, Direktur Perencanaan Pendanaan Pembangunan Ibu Teni Widuriyanti, MA beserta masing-masing staf.

Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini