Menjamin Masa Depan melalui Konservasi Alam TN Meru Betiri

Senin, 10 Agustus 2020 - Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) diadakan dengan maksud mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. Mengusung tema ”Nagara Rimba Nusa: Merawat Peradaban Menjaga Alam“, kegiatan HKAN tahun 2020 di Taman Nasional (TN) Meru Betiri dilaksanakan serentak di Pantai Rajegwesi, SPTN I Sarongan dan Pantai Bandealit, SPTN II Ambulu dengan mengadakan aksi bersih sampah dan penanaman pohon cemara pantai (Casuarina equisetifolia) serta Asem (Tamarindus indica).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 84 orang di Pantai Rajegwesi dan 34 orang di Pantai Bandealit, yang berasal dari Balai TN Meru Betiri, Muspika Kecamatan Pesanggaran dan Tempurejo, Aparat Pemerintah Desa Kandangan, Desa Sarongan, Desa Andongrejo, Masyarakat Ekowisata Rajegwesi, Kelompok Masyarakat Desa Kandangan Sarongan, Manajer Perkebunan PTTPN XII, Manajer Perkebunan Bandealit Sukamade serta tokoh masyarakat. Mengikuti protokol kesehatan pandemi COVID 19 Peserta yang hadir dibagikan masker gratis, sarung tangan, serta selalu menerapkan physical distancing.

  

Kepala Balai TN Meru Betiri Maman Surahman mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam, memasyarakatkannya, dan menjadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa. Semangat konservasi alam diharapkan dapat tertanam di semua generasi mengingat tidak ada generasi yang tidak manapun yang tidak bergantung pada alam.

“Konservasi alam tidak hanya sebatas di kawasan konservasi. Karena itu mari kita mulai dari lingkungan kita masing-masing melalui hal-hal yang paling sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, mengendalikan sampah plastik, menanam pohon, dan lain sebagainya.  Kita jadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup kita sehari-hari agar selanjutnya berkembang menjadi budaya bangsa yang dapat kita wariskan kepada generasi-generasi penerus kita”, tutur Maman.

Aksi bersih sampah di peringatan HKAN 2020 ini juga sebagai tindak lanjut hasil evaluasi tim verifikasi wisata Banyuwangi dalam rangka pembukaan wisata di masa normal baru serta persiapan pembukaan  wisata Pantai Bandealit. Seiring dengan optimisme yang sedang dibangun pada masa Pandemi COVID-19, Living With Nature merupakan salah satu cara pemulihan yang potensial dilakukan. Kawasan konservasi menjadi dengan wisata alamnya merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia untuk dapat pulih pasca COVID-19 dalam tatanan baru (new normal). Pemulihan mental dan fisik individu dan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan forest for healing di kawasan konservasi.

 

“Untuk mendukung kegiatan pariwisata alam pasca pandemi COVID 19 kawasan konservasi mengusung konsep forest for healing yang berakar kuat dari sikap hidup dan budaya living with nature yang tidak mengedepankan jumlah kunjungan (mass tourism) namun justru quality tourism yang mengedepankan inovasi untuk menambah durasi kunjungan dan kemanfaatannya dari aspek kemanusiaannya dan kelestarian alamnya”, ujar Maman.

 

Sumber: Balai TN Meru Betiri

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini