Ada Apa dengan Macaca maura di Karenta?

 

Makassar, 7 Juni 2017. Berdasarkan laporan peningkatan populasi spesies prioritas TN Babul, terdapat 6 kelompok monyet bahkan lebih di Karaenta. Dari Pantauan tim ini dijumpai 3 kelompok monyet yang sering dijumpai turun ke jalan. Monyet merupakan primata yang hidupnya berkelompok. Dalam satu kelompok, jumlah individu bisa mencapai 30 lebih, meskipun rata-rata hanya 20-an.

Macaca Maura atau Moor macaca, monyet hitam Sulawesi atau lebih dikenal dengan nama Dare ini salah satu habitatnya di hutan primer Karaenta. Kawasan ini lebih dikenal masyarakat sebagai Cagar Alam Karaenta, meskipun sudah beralih fungsi menjadi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul). Saat ini Macaca Maura merupakan salah satu spesies prioritas dan dilindungi oleh undang-undang, sera masuk dalam daftar appendix II CITES. Oleh karena itu, spesies ini mendapatkan perlindungan dan pengawasan secara rutin oleh Balai TN Babul.

Penyebab mulai turun ke jalan ini belum diketahui seraca pasti. Apakah karena adanya oknum yang sering memberinya makan secara rutin yang menyebabkan kawanan ini menjadi terbiasa. Seperti yang banyak terjadi ditempat lain. Apakah murni pengendara yang lalu lalang?. Karena di sepanjang jalan ini juga ada beberapa titik dijumpai masyarakat lokal berjualan madu dan tuak manis sepanjang hari.

Terlepas dari penyebabnya, juga belum ditemukan cara efesien mengembalikan kebiasaan alaminya mencari makan di hutan. Bukan menunggu di pinggir jalan, layaknya peminta-minta.

Pihak TN Babul telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah aktivitas memberi makanan satwa ini. “Kami telah memasang rambu, spanduk himbauan, penjagaan dan patroli di sepanjang jalan yang sering dijumpai monyet mengemis. Tak jarang kami menegur dan memperingatkan pengguna jalan yang singgah memberi makan sang monyet” ujar Sidaratul Muntaha, Kepala Resor Pattunuang.

“Kami berharap masyarakat turut membantu kami untuk menjaga Macaca maura, monyet endemik Sulawesi dengan tidak memberi makan di jalan dan menjaga habitatnya di hutan karaenta”, kata Kepala Balai TN Babul, Sahdin Zunaidi. Beliau juga menambahkan dengan tidak menebang pohon dan tidak membuang sampah di kawasan ini merupakan salah satu aksi konservasi yang bisa dilakukan masyarakat.

 

Sumber Info : Erista Murpratiwi - Penyuluh Kehutanan Pertama Balai TN Bantimurung Bulusaraung

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini