Upaya sosialisasi dan pengawasan aktivitas wisata alam di TN.Bali Barat

Gilimanuk, 10 September 2019, Salam, semeton konservasi.!
Berwisata atau berpetualang ke alam bebas memang mengasyikkan. Tetapi Berwisata alam tetaplah harus Bijak. Sosialisasi untk Bijak dan tertib dalam berwisata khususnya pada peak season, dilakukan para petugas TN. Bali Barat dengan memberikan himbauan dengan pendekatan humanis khususnya di pintu-pintu masuk kawasan wisata alam TNBB.

Setiap pengunjung yang berwisata wajib memiliki tiket masuk dan wajib memiliki tiket aktifitas wisata yang akan dilakukan dalam kawasan. Administrasi pembayaran karcis masuk dan aktifitas dapat dilakukan di Kantor Balai Taman Nasional Bali Barat atau pada pos-pos pintu masuk dalam kawasan yaitu di pintu masuk Karangsewu, Tegal Bunder, Pemuteran, Banyumandi, dan Labuan Lalang. Seperti arahan ka.Balai TN.Bali Barat Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si kepada petugas dilapangan bahwa dengan membeli tiket, berarti telah tertib dalam mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku dan juga berkontribusi untuk negara dan kelestarian keanekaragaman hayati di kawasan konservasi.

Informasi karcis masuk dan aktivitas sesuai Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2014 diinfokan langsung kepada wisatawan tidak hanya ke pemandu atau agen travelnya. Kegiatan ini dilakukan setiap hari oleh para petugas dilapangan dan lebih intens saat musim peak season dalam rangka pencapaian target PNBP dan mencegah potensi kerugian negara.

Melakukan aktifitas wisata alam secara Bijak dapat dilakukan dengan :
1.    Take nothing but picture (jangan mengambil apapun kecuali gambar).
- Jika ingin membawa oleh-oleh cukup dengan memotretnya saja.
2.    Leave nothing but foot print (jangan meninggalkan apapun kecuali tapak kaki atau jejak).
- Saat berwisata bawalah pulang kembali semua sisa/hasil kegiatan terutama sampah termasuk jangan meninggalkan bekas berupa coretan, guratan, dan sejenisnya di pohon dan dinding/bebatuan.
3.    Kill nothing but time (jangan membunuh apapun kecuali waktu).
- Cukuplah waktu saja yang terbunuh selama berwisata, jangan yang lainnya.

Jika hal tersebut benar-benar kita lakukan ketika kita berwisata dimanapun,
Kunjungilah, kenali dan nikmati wisatanya tanpa merusak agar kawasan kita tetap indah. Salam konservasi.

Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini