Balai KSDA Sumatera SelatanGelar Workshop Pengelolaan Area Bernilai Konservasi Tinggi

Palembang, 21 Agustus 2019. Balai KSDA Sumatera Selatan gelar Workshop Pengelolaan Area Bernilai Konservasi Tinggi di kantor Balai KSDA Sumatera Selatan (14/8). Peserta workshop datang dari instansi Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, perusahaan perkebunan kelapa sawit, perusahaan hutan tanaman industri dan perusahaan di bidang restorasi ekosistem. Workshop digelar guna memberikan pemahaman kepada peserta dalam mengidentifikasi dan mengelola area bernilai konservasi tinggi yang berada di area HGU dan konsesi perusahaan. Bapak Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, Ir Tandya Tjahjana,M.Si. membuka workshop secara langsung yang kemudian dilanjutkan dengan materi dari narasumber kompeten.

Narasumber workshop yaitu Kepala Sub Direktorat Koridor dan Area Bernilai Konservasi Tinggi, Ibu Ir Mirawati Soedjono,M.A, Kepala Seksi Pengawetan Eksitu, Ibu Desy Satya Chandradewi,S.P,M.P serta dari NGO Zoological Society of London (ZSL) Bapak Edwin Wira Pradana. Kegiatan ini menghasilkan beberapa rumusan yakni menyepakati dalam memonitor tumbuhan dan satwa liar di area konsesi dan HGU perusahaan, perusahaan akan menyampaikan laporan kepada Balai KSDA Sumatera Selatan setiap semester (6 bulan), species terancam punah yang dilaporkan akan ditindaklanjuti dengan pengecekan bersama tim dari Balai KSDA Sumatera Selatan, kemudian secara bertahap akan disusun peta area HCV seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri se-Sumatera Selatan, serta satwa yang berpotensi menimbulkan konflik dengan manusia seperti gajah sumatera, harimau sumatera, beruang madu, buaya muara yang berada di area konsesi atau HGU perusahaan, maka pihak perusahaan akan melakukan penanganan awal secara mandiri dan Balai KSDA Sumatera Selatan akan membantu dalam penanganan lanjutan.

Sumber : Agnes Indra Mahanani - PEH Balai KSDA Sumatera Selatan

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini