Rescue Flora, Upaya BKSDA Sumatera Selatan Selamatkan Flora Tersisa

Lahat, 22 Juli 2019. Rescue Flora merupakan program penyelamatan flora yang tersisa yang dilakukan oleh Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama dengan Pungky Nanda Pratama (Kader Konservasi BKSDA Sumsel). Flora yang tersisa merupakan sebuah kondisi dimana Sumatera Selatan memiliki keanekaragaman flora yang sangat luar biasa tetapi disisi lain pembukaan lahan untuk perkebunan masyarakat, perdagangan flora secara online dan degradasi kawasan konservasi mengancam keberadaan flora sehingga yang tersisa pun harus segera dilakukan upaya penyelamatan. Tindak lanjut upaya penyelamatan akan dikonsentrasikan pada Unit Pengembangan dan Rescue Flora yang berada di Desa Karang Panggung, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas yang telah dikembangkan SKW II Lahat sejak tahun 2018.

Rescue Flora dilakukan pada lokasi yang terjadi perubahan penggunaan lahan untuk kebun yang dilakukan oleh masyarakat, perdagangan flora secara online dan juga pada kawasan konservasi yang terdegradasi oleh penggunaan kawasan secara non prosedural. Pada upaya kali ini tim Rescue Flora melakukan penyelamatan flora di perkebunan masyarakat yang terletak di Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Pada area dengan ketinggian mencapai 1.200 mdpl ini merupakan habitat anggrek pada hamparan kebun kopi tua yang akan dilakukan regenerasi dengan dibersihkan untuk ditanamai tanaman kopi yang baru sehingga kekayaan flora di area tersebut terancam. Faktor lain yaitu anggapan masyarakat setempat bahwa tanaman anggrek yang menempel pada tanaman kopi dapat mengancam produktivitas dan keselamatan tanaman kopi memicu kerentanan pembersihan anggrek oleh masyarakat yang artinya kekayaan flora akan musnah. Penyelamatan kali ini berhasil menyelamatkan anggrek jenis Coelogyne sp , Dendrobium sp, Taeniophyllum sp, Vanda helvola, Vanda foetida, Gastrochillus sp, Eria sp, Dendrobium linearifolium, dan Flickingeria sp.

Semoga melalui program Rescue Flora ini kami dapat sedikit mengupayakan sebuah upaya untuk menceritakan kekayaan flora di Sumatera Selatan sebelum semuanya tinggal sebuah cerita yang belum sempat terceritakan.

Sumber : Wahid Nurrudin - PEH Balai KSDA Sumatera Selatan

 

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini