Latihan Monitoring Kawasan Dengan Penginderaan Jauh & Perhitungan Laju Deforestasi

Sungai Penuh, 19 Februari 2019. Dengan luas kawasan lebih dari 1,3 juta hektar (lebih dari 20 kali lipat luas provinsi DKI Jakarta) serta adanya keterbatasan jumlah personil dan anggaran yang tersedia, kegiatan monitoring kawasan hutan menjadi tantangan tersendiri bagi pihak Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dalam melakukan pemantauan dan pengelolaan kawasannya. Berangkat dari hal tersebut, melalui dukungan penuh proyek Sumatran Tiger, BBTNKS bekerjasama dengan Fauna & Flora International – Indonesia Programme (FFI-IP) mengadakan pelatihan monitoring kawasan hutan menggunakan data penginderaan jauh dan perhitungan laju deforestasi. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 18 – 19 Februari 2019.

Peserta yang hadir tidak hanya petugas yang berasal dari lingkup BBTNKS, melainkan juga turut hadir beberapa peserta dari instansi lain yang memiliki wilayah kerja yang berbatasan dengan kawasan TNKS, seperti KPHP Kerinci, KPHP UNIT II Bungo, KPHP Limau Unit VII Hulu Sarolangun, KPHP Merangin dan BKSDA JAMBI. Total sebanyak 18 orang peserta mengikuti jalannya kegiatan pelatihan dengan antusias. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Fazlurrahman Shomat, GIS Specialist Fauna & Flora International – Indonesia Programme.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNKS Ir. Rusman menyampaikan harapan agar seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti jalannya kegiatan pelatihan dengan seksama mengingat pengetahuan yang akan diperoleh sangat relevan dan berguna dalam meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan hutan. “Kita berharap sepulangnya dari pelatihan ini, setiap peserta sudah memiliki keahlian dan kemampuan untuk dapat menganalisis dan melakukan perhitungan data yang berkaitan dengan kehilangan maupun penambahan areal berhutan di masing–masing wilayah kerja” terangnya. Sehingga kedepannya kegiatan monitoring habitat dan kawasan hutan akan semakin efektif dari sisi waktu, anggaran, data dan informasi yang diperoleh”.

Sumber : Widho - Humas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini