Konservasi Sumber Daya Air TN Meru Betiri

Jember, 14 April 2018. Memperingati Peringatan hari Air Sedunia ke-XVII tahun 2018, Himpunan Mahasiswa Program Study Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian Pasca Sarjana Universitas Jember mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Konservasi Sumberdaya Air untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Balai Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. FGD bersama masyarakat dan kelompok konservasi desa penyangga TN Meru Betiri ini dihadiri juga Kepala Balai TN Meru Betiri, Kepala BPBD Jember, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jember, dan Dosen Universitas Jember. Kegiatan ini bertemakan Solusi Air Berbasis Alam atau Nature Solution for water Conservation”. Secara umum konservasi sumberdaya air dilakukan untuk menjaga kuantitas air secara berkelanjutan. Salah satu upaya pengelolaan sumberdaya air yaitu dengan peningkatan partisipasi masyarakat.

Desa Wonoasri adalah salah satu desa penyangga TN Meru Betiri. Permasalahan utama dalam pengelolaan lahan yaitu kekeringan yang menyebabkan kematian tanaman pokok. Dan sebaliknya, Desa ini merupakan daerah rawan bencana, khususnya bencana banjir. Dalam acara ini, kegiatan sarasehan konservasi sumber daya air dilanjutkan edukasi pencegahan potensi bencana yang timbul dari masalah kekeringan maupun banjir.

Taman Nasional sebagai kawasan konservasi merupakan ciptaan Allah subhanallahu wa ta’ala yang harus dijaga dari kerusakan. Harapan kita dapat mewariskan ke anak cucu kita di masa depan adalah mata air bukan air mata” ujar Kholid Indarto, Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri.

Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini