Konferensi Pers Evakuasi Buaya dan Penanganan Konflik Harimau

Medan, 7 Januari 2021 - Sehubungan dengan evakuasi Buaya Muara (Crocodylus porosus) di Kecamatan Tanjung Pura, Kab. Langkat serta penanganan konflik dengan satwa liar Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Kecamatan Bahorok, Kab. Langkat, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan konferensi pers, pada Kamis 7 Januari 2021 bertempat di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. didampingi Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Kehumasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara Andoko Hidayat, S.Hut., MP., memberikan penjelasan kronologis evakuasi Buaya Muara mulai dari tertangkapnya buaya oleh masyarakat Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, yang terjadi pada Senin 4 Januari 2021.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat didampingi Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Kehumasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara memberikan penjelasan kepada awak media

Buaya kemudian dievakuasi sementara di kandang permanen Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, pada Selasa 5 Januari 2021 dengan kondisi kail sling sangkut dalam mulut buaya. Setelah mata kail sling berhasil dikeluarkan dari mulut dengan pembiusan oleh tim dokter Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan Yayasan Scorpion Indonesia, ditemukan disekitar mulut dan tenggorokkan banyak terdapat luka akibat mata kail.

Pada Rabu 6 Januari 2021, buaya dititipkan ke penangkaran buaya Asam Kumbang, namun tidak lama kemudian buaya tersebut mati. Penyebab kematian menurut Fatimah Sari, SKH., dokter hewan Balai Besar KSDA Suatera Utara, adalah karena luka robek yang sangat parah pada bagian trakea (kerongkongan) buaya akibat mata pancing pada saat penangkapan dan diperparah dengan adanya infeksi bakteri dari sisa makanan umpan yang masih berada di trakea yang menyebabkan sepsis (komplikasi berbahaya akibat infeksi). Selanjutnya bangkai buaya segera ditanam/dikubur di lokasi penangkaran.

Sedangkan penanganan konflik Harimau Sumatera di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Herbert BP. Aritonang memaparkan bahwa informasi terjadinya konflik pada Rabu 6 Januari 2021 dari KPH I Stabat dengan korban 2 ekor ternak lembu milik warga Dusun Selayang, Desa Laudamak, Kecamatan  Bahorok, Kab. Langkat.Upaya penanganan dilakukan oleh tim terpadu dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, KPH I Stabat, WCS dan YAHUA dengan pengecekan 2 bangkai lembu, pemasangan 4 unit kamera trap milik YAHUA dan melakukan musyawarah dengan masyarakat. Permohonan masyarakat yang didukung dengan surat oleh Kepala Desa Laudamak dan Camat Bahorok, menuntut untuk dilakukan translokasi, harus melalui kajian para pakar dan translokasi adalah pilihan terakhir. Sampai saat ini Tim terpadu masih melakukan patroli dan pengamanan di lokasi.

      

Wawancara dengan awak media usai penjelasan

Konferensi pers diikuti oleh jurnalis dari berbagai media baik media cetak, elektronik dan media on-line, seperti : Kompas TV, CNN Indonesia, I News TV, Tribun Medan, Digtara.com, Suaraindonesia.co.id., Kompas.com dan media lainnya. 

 

Sumber: Inggrid R. Tarihoran (PEH Pertama) - Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini