Sinergitas Upaya Perlindungan dan Pengawetan TSL Bersama Polda Kalsel

Rabu, 01 Juli 2020

Banjarbaru, 25 Juni 2020 – Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Kalimantan Selatan (Kalsel) cukup tinggi. Hal tersebut didukung oleh posisi Kalsel sebagai pintu keluar masuk peredaran yang strategis, keberadaan stasiun, terminal dan bandar udara serta banyaknya pasar-pasar satwa yang mengakomodir minat masyarakat untuk mengoleksi satwa sekaligus sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli satwa. Pada perkembangannya, peredaran satwa liar dilindungi melebar melalui media sosial dan mengalami peningkatan kasus yang signifikan.

Untuk mencegah peredaran tumbuhan dan satwa liar yang semakin meningkat perlu upaya penanggulangan yang melibatkan para pihak terkait.  Sejalan dengan tujuan tersebut, Balai KSDA Kalsel sebelumnya sudah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Ditreskrimsus Polda Kalsel untuk penindakan dan penegakan hukum terkait perdagangan ilegal satwa dilindungi di Kalimantan Selatan.

Dipenghujung bulan Juni, BKSDA Kalsel mendapat kunjungan langsung dari Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Widiatmoko, S.H., S.IK, M.H.

Pada pertemuan Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., dengan Dirbinmas Polda Kalsel tersebut membahas terkait kondisi masyarakat dalam pemanfaatan satwa endemik Indonesia, mengingat di Kalsel banyak para penghobi jenis burung paruh bengkok (Burung Kakatua, Burung Betet, Burung Nuri, dll). Dirbinmas Polda Kalsel siap membantu dalam mendukung langkah pemerintah dalam upaya pelestarian satwa salah satunya melalui penangkaran dan membentuk komunitas sebagai wadah dalam meningkatkan kesadaran masyarakatkan akan pelestarian satwa langka. Juga siap berperanserta aktif membantu dalam upaya penertiban perdagangan ilegal satwa dilindungi undang-undang.

Balai KSDA Kalimantan Selatan menyambut baik perihal yang disampaikan langsung oleh Dirbinmas Polda Kalsel terkait sinergitas dalam upaya pelestarian satwa serta pembinaan terhadap masyarakat dalam pemanfaatan satwa liar, Dr. Mahrus  menyampaikan bahwa BKSDA Kalsel perlu adanya dukungan dari para pihak, tanpa adanya dukungan dan sinergi dari para pihak terkait BKSDA sangat sulit dalam mewujudkan upaya konservasi keanekaragaman hayati yang sangat penting dalam kehidupan kita, Konservasi keanekaragaman hayati adalah milik kita bersama dan perlu kita jaga dan lestarikan bersama-sama. Harapan dimasa depan, akan banyak masyarakat yang sadar dan perduli terhadap lingkungan hidup melalui upaya konservasi satwa dan tumbuhan yang bertujuan agar terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan manusia.

Semoga konservasi keanekaragaman hayati yang telah kita perjuangkan dapat memberi manfaat yang sangat baik dimasa depan agar generasi yang akan datang tetap dapat menikmati kekayaan alam dan keharmonisan hidup manusia dan alam, tutup Dr. Mahrus. Selamat Hari Bhayangkara ke 74, Jaya Kepolisian RI dan lestari alam beserta isinya serta bahagia masyarakat Indonesia. (ryn)

Sumber: R. Hafizh Muhardiansyah, A.Md - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan

2-2020-07-01 at 12.07.56 (1)

 

 

Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 0

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini