Monitoring Populasi Biawak Komodo Tetap Berjalan Saat Pandemi Covid-19

 

Labuan Bajo, 04 April 2020. Pandemi Covid-19 maupun panas dan teriknya matahari tidak menyurutkan langkah para ranger yang melakukan monitoring populasi Biawak Komodo di lembah Loh Dasami (Pulau Rinca) dan Pulau Nusa Kode pada akhir bulan Maret yang lalu. Kedua lokasi tersebut merupakan dua dari sepuluh lokasi sampling permanen monitoring populasi Biawak Komodo di TN Komodo. Delapan lokasi lainnya tersebar di Pulau Komodo, Rinca dan Gili Motang.

Monitoring populasi yang dilaksanakan setiap tahun ini menggunakan metode site occupancy dan camera trap. Di TN Komodo sendiri, monitoring biawak komodo dilakukan dengan dua metode yakni metode site occupancy dan camera trap serta metode Mark-Recapture (CMRR). Yunias Benu, Pengendali Ekosistem Hutan yang memimpin tim pemantaun populasi Biawak Komodo tersebut mengungkapkan bahwa penggunaan metode site occupancy dan camera trap dalam monitoring populasi Biawak Komodo dianggap lebih efektif karena dapat menekan biaya monitoring dengan akurasi yang cukup tinggi.

“Kami memilih menggunakan camera trap karena lebih efektif dan lebih murah dibandingkan dengan metode Mark-Recapture, namun akurasinya cukup tinggi”. Yunias juga menjelaskan karena pertimbangan tersebut, metode site occupancy dan camera trap digunakan pada sepuluh lokasi monitoring Biawak Komodo sedangkan Metode Mark-Recapture hanya digunakan di tiga lokasi yakni Loh Liang, Loh Buaya dan Padar.

Data yang dihasilkan dari monitoring ini kemudian akan dianalisa dan hasilnya dapat memberikan gambaran dinamika populasi komodo di kedua lokasi tersebut. Selanjutnya, kegiatan monitoring populasi Biawak Komodo juga akan dilaksanakan di lokasi sampling permanen lainnya untuk memberikan gambaran dinamika populasi komodo di TN Komodo. Jika didasarkan pada hasil monitoring pada tahun-tahun sebelumnya, populasi Biawak Komodo masih berada dalam rentang nilai yang stabil.

Sumber: Balai Taman Nasional Komodo

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini