Hari Cinta Puspa dan Satwa - Taruna AAL Lepas Tukik di Taman Nasional Bunaken

Manado, 7 November 2019. Sebanyak 30 ekor tukik penyu hijau (Chelonia mydas) dilepaskan kembali ke habitatnya, Rabu (06 November 2019) oleh Kepala Balai Taman Nasional Bunaken bersama Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), Lantamal VIII, Masyarakat serta wisatawan.

Tukik penyu tersebut sebelumnya telah dirawat oleh Jhon Rahasia pemilik Cafe Tagaroa di Pulau Siladen. Awalnya Jhon melihat ada pendaratan penyu masuk dalam dapur restoran, setelah dilihat ternyata penyu tersebut akan bertelur, kemudian menghubungi petugas Balai TN Bunaken untuk selanjutnya mengarahkan ke pantai yang berada disekitar lokasi usahanya. Setelah ditunggu sekian lama akhirnya tukik-tukik penyu tersebut menetas.

Jhon selama ini merawat tukik penyu dengan membuatkan pelindung dalam bentuk rumah-rumah dan kolam kecil. Merasa senang sekali dengan kehadiran Taruna AAL dan langsung melakukan pelepasan penyu di laut bersama-sama masyarakat dan wisatawan yang hadir.

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa, penyu merupakan salah satu satwa prioritas yang harus ditingkatkan populasinya dan dilindungi, untuk itu kami mengapresiasi tindakan Bapak Jhon yang telah bersedia untuk berpartisipasi dalam merawat satwa ini.

Pelepasan tukik penyu hijau ini bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang disetiap tanggal 5 November kita peringati. Sebagai bagian dari edukasi dan sosialisasi bersama masyarakat, wisatawan dan segenap unsur yang ada mari kita jaga dan lestarikan satwa penyu ini.

Penyu merupakan satwa yang memiliki peran penting dalam ekosistem perairan laut. Banyak hal yang telah satwa ini berikan pada alam salah satunya menjaga keseimbangan ketersediaan nutrisi pada habitat satwa perairan laut, indikator kesehatan lingkungan pesisir dan berperan dalam mengatur makan bagi ikan karang, tutur Farianna.

Dalam kesempatan pelepasan tukik turut hadir Asportmar Lantamal VIII Kol. Rumpoko dan Kadisportmar Lantamal VIII serta jajarannya.

Sumber: Balai Taman Nasional Bunaken

 

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini