Rusa Bawean “Agelejer”

Kamis, 11 Juli 2019

Senin, 8 Juli 2019. Beberapa hari yang lalu beredar sebuah video yang menayangkan seekor Rusa Bawean tengah berada di tanah lapang bersama beberapa ekor Sapi. Video yang direkam menggunakan telepon pintar itu beredar di grup Facebook Media Bawean dengan tajuk Rusa Bebas Agelejer dan diunggah pada 8 Juli 2019.

Video unggahan akun Roin Boyanarkepivop Bhei tampak terlihat gelisah dengan kehadiran perekam, namun tidak menunjukkan tanda-tanda stress. Tak berapa lama perekam bersama temannya meninggalkan rusa tersebut. Menurut pengunggahnya, ia mendapatkan video itu dari temannya sehari sebelum ia unggah. Bahkan ia tak hadir di lokasi saat perekaman rusa tersebut, namun yang pasti lokasinya dekat dengan pantai dan hutan.

“Sebelumnya pernah dilepasliarkan Rusa Bawean di dekat lokasi itu,” tambah Rion. Beberapa komentar warganet di Bawean akan rekaman tersebut, mayoritas mengajak untuk menjaga rusa Bawean dari kepunhan. Seperti akun Hayyan Sr yang berujar, mari kita sama-sama menjaga kelestarian Rusa Bawean. Iapun menambahkan bahwa rusa jenis ini cantik dan langka. Pun dengan akun Abdul Rahim mengajak untuk ikut menjaga satwa endemik Rusa Bawean dari kepunahan dengan membiarkan hidup bebas.

Menurut Nursyamsi, Kepala Resort Konservasi Wilayah 11 Pulau Bawean, Rusa Bawean (Axis kuhlii) terekam berjenis kelamin jantan dan masih muda. Adapun lokasinya berada di Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak. Desa ini letaknya tak berjauhan dari kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean Blok Payung-Payung.

“Tahun 2014, kami melepasliarkan Rusa Bawean dari penangkaran sebanyak 11 ekor di Blok Payung-payung,” ujar pria berkacamata ini. Masih menurut Nursyamsi, masyarakat sekitar kawasan Suaka Margasatwa mengetahui dan paham bahwa Rusa Bawean dilindungi undang-undang. Seperti saat seekor Rusa Bawean pernah terjerat jaring pengaman sawah / kebun Beberapa waktu yang lalu, namun oleh masyarakat dilepaskan kembali ke hutan.

Beberapa kali tim RKW 11 Pulau Bawean berjumpa dengan rusa hasil pelepasliaran bersama anaknya. Ini menandakan kegiatan pelepasliaran tahun 2014 berhasil dengan telah berkembangbiaknya satwa tersebut.

 

*Agelejer = bermain-main / Ngluyur

Sumber: Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur

Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 0

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini