Pulau Nain, Mengasah Destinasi Wisata Alam Terpendam di Taman Nasional Bunaken

Manado, 19 Maret 2019. Pulau Nain secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Pulau terjauh dalam kawasan TN Bunaken. Terdapat 3 Desa di Pulau Nain yakni Desa Nain, Desa Nain I dan Desa Tatampi dengan dihuni oleh beragam etnis dimana Suku Bajo menjadi ikonik pulau ini selain Suku Sanger dan Minahasa.

Aktivitas Etnis Bajo terlihat sangat mencolok dibandingkan suku suku lainnya, ciri khas utamanya yaitu rumah di atas air. Suku Bajo tradisional menggunakan kayu untuk membuat rumah di atas air, beberapa sudah dimodifikasi menggunakan beton. Selain itu masyarakat bajo terkenal dengan nelayang ulung, dengan menggunakan perlengkapan semi modern sebagian merupakan penangkap ikan Tuna di laut lepas, dan sebagian lagi menjadi petani Rumput laut, bahkan hasil produksi rumput lautnya merupakan suplay terbesar di Sulawesi Utara, walaupun produksinya semakin memprihatinkan karena serangan penyakit.

Pulau Nain dengan luas -/+ 118 ha, terdapat sumur air tawar yang bernama Sumur Mbowai. Sumur ini dimanfaatkan oleh suku bajo untuk keperluan air minum dan memasak, sedangkan untuk mandi suku bajo biasanya menampung air hujan. Selain itu, terdapat sumur keramat "Boki Tibe Tiah" (Sumur Jere), yang oleh penduduk setempat menjual air bersihnya seharga Rp. 10.000-, per jerigen.

Pulau Nain memiliki beberapa potensi wisata alam antara lain wisata bawah laut (terumbu karang) dengan 4 divespot utamanya yakni Jalan masuk Nain, Batu kapal, Helga point (Nain kecil) dan Nain utara serta yang sudah begitu viral diberbagai media masa dan media sosial yakni wisata pasir timbul (Bungin).

Hanya saja Pulau Nain masih terkendala dengan sulitnya akses internet sehingga kurangnya promosi, sehingga ditengarai menjadi sebab kurangnya wisatawan di Pulau ini. Padahal di era digital ini seharusnya promosi di bidang pariwisata lebih ditingkakan lagi agar wisatawan tahu bahwa surga wisata bahari bukan hanya terdapat di Pulau Bunaken, tetapi juga di Pulau Nain.

  

 

 

Sumber : Heni Sulastri, S.Hut Calon PEH  Balai Taman Nasional Bunaken

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini