Balai TN Bunaken dan Lantamal VIII Gelar Penyegaran Masyarakat Mitra Polhut (MMP)

Manado, 8 November 2018. Balai TN Bunaken bersama Lantamal VIII menggelar Pembinaan/ Penyegaran Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Lokasi kegiatan bertempat di Tasik Ria Resort, Kec. Mandolang Kab. Minahasa dan Mako Lantamal VIII Manado.

Sudirman dan Nadjamuddin (2007) dalam Sukarman (2018) pada jurnal Sylva Lestari Vol. 6 No. 1, mengungkapkan konsep pengamanan hutan berbasis partisipasi masyarakat setempat dilandasi pemahaman bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan telah memahami karakteristik potensi kawasan hutan, dapat hidup selaras dan serasi, menikmati dan menjaga tempat tinggalnya dari kerusakan.

Sebanyak 33 peserta dari 25 Desa/ Kelurahan di dalam dan luar kawasan Taman Nasional Bunaken terlibat dalam kegiatan tersebut. Pembinaan MMP dimaksudkan untuk menyegarkan kembali, peran dan fungsi masyarakat yang tergabung dalam mitra pemerintah dalam hal ini Polisi Kehutanan. Untuk mendukung hal tersebut para masyarakat mitra polhut diberikan pembekalan materi teori, praktek kesemaptaan dan SAR. Adapun pengampu materi teori dari Balai TN Bunaken dan PolsekTombariri serta instruktur Lantamal VIII.

Kepala Balai TN Bunaken, Dr. Farianna Prabandari dalam arahan penyegaran MMP berpesan saudara-saudara adalah masyarakat terpilih yang menjadi mitra pemerintah, jadilah masyarakat MMP yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab dalam peran dan fungsi. Mari kita tunjukan jiwa konservasi yang tinggi untuk kelestarian lingkungan hidup, demi kehidupan mendatang.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula piagam penghargaan kepada 3 orang perwakilan MMP teladan, yakni dalam pelaksanaan peran dan fungsi pro aktif dan loyal kepada instansi pembina. Ketiga orang MMP tersebut adalah ; Aco Harindah dari Desa Tangkasi Pulau Mantehage, Feldy Wongso dari Kelurahan Tongkaina Kota Manado, dan Decky Lombo dari Desa Rap- Rap Kab. Minahasa Selatan.

Kita berharap dengan menjunjung tinggi kehormatan dan peran aktif sebagai MMP dapat melestarikan kawasan Taman Nasional Bunaken yang kita cintai, tutup Farianna.

Sumber : Engelin Senny Pomantow, SH - Polhut Ahli, Dan Satgas Balai Taman Nasional Bunaken

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini