Wani Kerora, Madu Hutan dari TN. Komodo 

Labuan Bajo, 8 November 2018. Selain dikenal karena dua primadona yang dimilikinya, yakni Biawak Komodo dan Pari Manta, TN. Komodo juga kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya adalah madu hutan. Madu hutan di TN. Komodo sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu.

Di Kampung Kerora salah satu kampung dalam wilayah TN. Komodo misalnya, terdapat sepuluh kepala keluarga yang mengambil madu hutan dari jenis Apis dorsata. Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani hutan “Wani Kerora” ini mengambil madu hutan dari kawasan hutan di sekitar Kampung Kerora yakni di zona pemanfaatan tradisional daratan. Pengambilan madu dilakukan secara tradisional sebanyak dua kali dalam setahun yakni pada bulan Maret-April dan bulan September-Oktober. Dalam satu musim panen, satu kepala keluarga bisa menghasilkan 24.000-36.000 ml madu.

Jika sebelumnya madu yang dihasilkan dijual langsung ke pengumpul di Labuan Bajo, saat ini kelompok tani hutan “Wani Kerora” mulai mengemas madu yang dihasilkan, sementara pemasarannya dibantu oleh Koperasi TN. Komodo. Djunius Boeky, Kepala Seksi PTN Wil. I Pulau Rinca, saat mendampingi kegiatan kelompok tani ini pada hari rabu (8/11) mengungkapkan harapannya agar upaya yang dilakukan TN. Komodo ini dapat membantu meningkatkan nilai jual madu. “madu ini kita kemas dengan baik sehingga nilai jualnya akan meningkat”.

Lebih jauh Boeky juga menyampaikan harapannya agar madu kelompok tani hutan “Wani Kerora” bisa menjadi salah satu souvenir khas TN. Komodo. “Jika selama ini pengunjung lebih banyak mencari patung komodo sebagai souvenir, kedepannya kita ingin madu “Wani Kerora” juga menjadi salah satu souvenir khas TN. Komodo”, ungkapnya.

Sumber : Balai Taman Nasional Komodo

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini