Festival TNDS 2018 dimeriahkan dengan atraksi 2 Pesawat Trike BBTNBDS

Lanjak, 2 November 2018. Acara Pembukaan Festival Danau Sentarum Tahun 2018 pada tanggal 25 Oktober 2018 yang lalu turut dimeriahkan dengan atraksi 2 pesawat milik Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS). Salah satu pesawat menjadi perhatian bagi pengunjung yang ikut dalam acara pembukaan festival karena melakukan penarikan banner dengan panjang 15 x 1 meter dengan tulisan Festival Danau Sentarum 2018 dan temanya “Memacu Ekowisata Lintas Batas di Jantung Borneo”. Hal adalah sangat langka terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu dan hanya dilakukan dalam kegiatan Festival Danau Sentarum saja.

   

Arief Mahmud, Kepala BBTNBKDS menyatakan bahwa saat ini BBTNBKDS memiliki 3 unit pesawat Microlight Trike dan 3 orang pilot yang telah tersertifikasi. Keberadaan pesawat Microlight Trike ini adalah untuk mendukung pengamanan kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) menjadi lebih efektif. Manfaat lain dari pesawat ini diantaranya untuk monitoring kawasan, potret udara, dokumendasi, wisata udara dan salah satunya bisa untuk menarik banner. Kami sebagai pengelola kawasan TNBK dan TNDS sangat serius untuk menjadi bagian suksesnya kegiatan Festival Danau Sentarum 2018 ini, sehingga salah satunya perlu untuk melakukan atraksi penarikan banner dengan menggunakan 2 unit pesawat trike, ujar kepala Balai Besar yang telah 4 tahun bertugas di Kapuas Hulu ini bersemangat.

Sementara di tempat terpisah, Syarif M. Ridwan sebagai Koordinator kegiatan Patroli Udara BBTNBKDS yang juga adalah pilot penarik banner tersebut membenarkan bahwa kegiatan ini memang sengaja dilakukan khusus untuk memeriahkan kegiatan Festival TNDS 2018. Persiapan telah dilakukan seminggu sebelumnya dengan memasang alat khusus penarik banner di pesawat trike serta pemesanan banner dengan bahan khusus yang dipesan di Bogor. Sementara pesawat yang digunakan untuk menarik banner adalah merk Aquila bermesin 582 HP dengan sayap yang lambat.  Pemilihan sayap lambat ini agar lebih cepat airbone saat takeoff sehingga banner tidak menjadi rusak. Untuk menambah atraksi, pesawat penarik banner dikawal oleh 1 pesawat Airbone bermesin 912 HP yang dipiloti oleh saudara Hartono. Sedangkan penerbangan dimulai dari Putussibau mulai pukul 15.25 Wiba ke Lanjak dan kembali lagi ke Putussibau pukul 17.35 WIB.

 

Tantangan penarikan banner ini adalah jarak tempuh yang cukup jauh yaitu lebih dari 2 jam perjalanan pulang dan pergi, serta cuaca yang mendung dan hujan lokal di sekitar jalur terbang. Kami harus menghindari beberapa titik hujan lokal dalam perjalanan. Serta yang agak ekstrem adalah angin yang cukup kencang di sekitar lokasi Festival di Lanjak. Namun kegiatan penarikan banner ini telah berlangsung cukup baik dan menjadi tontonan menarik bagi pengunjung yang turut menyaksikan acara festival TNDS 2018. Untuk kegiatan penutupan Festival pada tanggal 28 Oktober 2018 direncanakan akan dilakukan penarikan banner kembali. Akan tetapi karena pertimbangan cuaca dan waktu yang kurang mendukung akhirnya tim penarik banner harus kembali lagi ke Putussibau tanpa berhasil sampai ke Putussibau. Kami berharap kegiatan FDS tahun berikutnya bisa menjadi bagian kemeriahan dan kesuksesan festival, ujar Syarif yang juga adalah seorang fungsional PEH BBTNBDS.

 

Sumber : Balai Besar Taman Nasional betung Kerihun dan Danau Sentarum

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini